Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Saudi: Khashoggi, Cekcok Lalu Tewas di Konsulat

Ahad 21 Okt 2018 00:06 WIB

Rep: Nashih Nasrullah, Fergi Nadira/ Red: Ratna Puspita

Jamal Khashoggi

Jamal Khashoggi

Foto: Instagram/@jkhashoggi
Pangeran Mohammed bin Salman akan merestrukturisasi dinas intelejen kerajaan.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Penuntut Umum Kerajaan Arab Saudi menyatakan hasil investigasi awal menyebutkan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, dipastikan meninggal di Konsulat Saudi di Turki. Arab Saudi menyatakan Khashoggi tewas bukan karena dimutilasi, melainkan dalam sebuah cekcok dan perkelahian dengan sejumlah orang.

Hal tersebut diungkapkan pada Sabtu (20/10) dini hari waktu setempat oleh Penuntut Umum Kerajaan Arab Saudi melalui media pemerintah Saudi. Pernyataan Saudi ini keluar setelah dua pekan kolumnis yang kerap keras mengkritik Saudi itu hilang saat hendak mengurus dokumen pernikahannya di konsulat Saudi pada 2 Oktober lalu.

Penuntut umum Saudi mengatakan Kantor Penuntut Umum melakukan penyelidikan awal yang dilakukan terkait hilangnya warga negara Saudi Jamal bin Ahmad Khashoggi. Hasilnya, terjadi diskusi antara Khashoggi dan orang-orang yang bertemu dengannya selama berada di Konsulat Saudi di Istanbul.

Namun, penuntut umum menerangkan, diskusi itu berujung pada perkelahian dan pertarungan dengan orang-orang tersebut yang menyebabkan kematiannya. "Semoga jiwanya beristirahat dalam damai,” kata pernyataan penuntut Saudi seperti dikutip laman Asssosiated Press, Sabtu (20/10).

18 Ditahan, sejumlah pejabat intelejen dicopot

photo

Sejumlah wartawan dari berbagai media menggelar aksi solidaritas untuk jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jumat (19/10). (Antara)

Atas kematian itu, Saudi mengatakan, 18 orang asal Saudi telah ditahan sebagai tersangka. Pernyataan Saudi tidak mengidentifikasi secara rinci dari 18 orang Saudi yang ditahan oleh pihak berwenang. 

Mengutip Alarabiya, Sabtu (20/10), Penuntut Umum Saudi menegaskan investigasi akan terus berlanjut. Penyelidikan akan difokuskan pada sosok yang diduga terkait dengan kasus ini. 

Pengumuman semalam di media Saudi juga mengatakan, seorang penasihat istana kerajaan yang dekat dengan Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) telah dipecat bersama dengan tiga pemimpin dalam dinas intelijen kerajaan dan pejabat lainnya. MBS diberitakan akan merestrukturisasi dinas intelijen kerajaan.

Berbeda dengan laporan berita

photo

Khashoggi (Foto: AP)

Pernyataan Saudi tersebut bertentangan dengan laporan oleh media pro-pemerintah di Turki. Sebuah laporan pada Rabu oleh surat kabar pro-pemerintah Turki, Yeni Safak, melaporkan Khashoggi dibunuh oleh pasukan pembunuh yang memiliki hubungan dengan Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman.

Pada Rabu (17/10), media pemerintah Turki Yeni Safak membeberkan bukti rekaman suara bahwa Khasoggi dibunuh di Konsulat dengan keji. Rekaman suara itu menunjukkan Kashoggi tewas di ruang konsul Mohammad al-Qotabi, selang beberapa menit dia masuk ke gedung konsulat pada 2 Oktober. 

Menurut Yeni Safak, sebuah tim Saudi menyapa wartawan berusia 60 tahun itu setelah dia memasuki konsulat. Lalu, Khashoggi disiksa dengan sadis dengan dipotong jari-jarinya dan kepalanya dipenggal. 

Sumber mengatakan, Kashoggi tidak diinterogasi terlebih dahulu, melainkan  langsung dipukul dan dibius. Kemudian, ia dimutilasi di atas meja oleh para pelaku yang diduga diterbangkan dari Saudi pada hari itu ke Ankara untuk membunuh Khashoggi.

Baca Juga: Mantan Bos M16 Yakin Pangeran MBS Terlibat Kasus Khashoggi

Sumber tersebut menyebut, nama Salah muhammad al-Tubagy sebagai otak yang menyerukan untuk memutilasi Khashoggi. Al-Tubagy diketahui sebagai ahli forensik barang bukti di departemen keamanan Saudi. 

Saat memutilasi Khashoggi, al-Tubagy mengajak pelaku lainnya menggunakan earphone. "Saat melakukan tugas ini, saya bisanya mendengarkan musik, kalian juga harus melakukannya," ujar Tubagy yang terdengar dalam rekaman.

Rekaman tersebut menunjukkan ada suara Konsul Jenderal Saudi Mohammed al-Otaibi. Ia menyuruh pelaku yang diduga menyiksa Khashoggi untuk tidak melakukan tindakannya di gedung konsulat. "Lakukan ini di luar, Anda akan membuat saya mendapat masalah," ujarnya.

Salah satu orang Saudi yang diduga menyiksa Khashoggi menjawab perintah al-Otaibi dengan ancaman. "Diam jika Anda ingin hidup ketika Anda kembali ke (Saudi)," katanya.

Spekulasi lain

photo

Tawakkol Karman, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian untuk 2011 memegang gambar penulis Arab yang hilang Jamal Khashoggi saat ia berbicara kepada wartawan dekat konsulat Arab Saudi, di Istanbul, Turki. (AP)

Dalam perkembangan terbaru, seorang pejabat Turki mengatakan para penyelidik sedang menyelidiki terkait kemungkinan jasad Khashoggi dibuang ke sebuah hutan di pinggiran Istanbul atau ke kota lain. Pejabat itu mengatakan kepada The Associated Press pada Jumat bahwa polisi telah menetapkan dua kendaraan milik Konsulat Saudi meninggalkan gedung pada 2 Oktober, hari ketika Khashoggi masuk ke konsulat dan menghilang.

Pejabat itu mengatakan satu kendaraan pergi ke Hutan Beograd di luar Istanbul sementara yang lain melakukan perjalanan ke kota Yalova. Tidak jelas apakah polisi sudah mencari di area ini.

Namun, penyelidikan sudah dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, ada penggeledahan di kediaman konsul jenderal Saudi dan konsulat Saudi. Pada Jumat (19/10), para penyidik menyisir hutan dan lahan pertanian luas di luar kota, di mana kemungkinan jenazah atau potongan Khasoggi dibuang.

Respons beragam

photo

Donald Trump (EPA-EFE)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, pernyataan Arab Saudi mengenai tewasnya jurnalis Jamal Khashoggi sudah kredibel. Saudi menyatakan Khashoggi meninggal di Konsulat Saudi di Turki karena bertengkar dengan sejumlah orang lain.

"Saya pikir pernyataan itu langkah pertama yang baik, itu merupakan langkah besar. Ada banyak orang yang terlibat dan saya pikir itu langkah pertama yang hebat," ujar Trump seperti dikutip laman Reuters, Sabtu (20/10).

Trump mengakui Saudi telah menjadi sekutu besar bagi AS, sehingga apa yang terjadi menurutnya tidak dapat berterima. Meski Trump menyebut pernyataan Saudi sudah kredibel, sejumlah anggota parlemen ada yang tak sepakat. 

Senator AS Lindsey Graham mengatakan, dirinya ragu menyusul pernyataan Arab Saudi mengenai klaimnnya tentang kematian jurnalis Saudi Jamal Khasoggi. Graham dikenal keras memberikan kritik terhadap Saudi.

"Saya skeptis terhadap narasi Saudi terbaru soal Khasoggi. Pernyataan itu terlihat meremehkan," tulis Graham dalam akun Twitter resminya.

Sementara Senator AS dari Demokrat Richard Blumenthal mengatakan kepada CNN, penjelasan Saudi tidak kredibel. Dia pun menyerukan penyelidikan internasional atas kematian Khasoggi.

Baca Juga: Turki Enggan Serahkan Rekaman Pembunuhan Khashoggi ke AS

Sosok yang frontal kritik Saudi

Khashoggi hilang kontak pada 2 Oktober lalu setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul. Khashoggi kerap frontal menulis kolom-kolom yang mengkritik kebijakan pemerintah Saudi saat tinggal di pengasingan di AS. 

Dalam artikel terakhir yang diterima Washington Post sehari sebelum dia dinyatakan hilang, Khashoggi mengkritik pemerintahan negara-negara Timur Tengah mengenai kebebasan pers. 

Menurutnya, tindakan memenjarakan jurnalis dan merebut kontrol media massa tidak lagi berimbas positif dari masyarakat internasional. "Sebaliknya, tindakan-tindakan tersebut dapar memicu kecaman seraya menimbulkan kebisuan. Akibatnya pemerintah (negara-negara) Timur Tengah diberi kebebasan untuk membungkam media," tulis Khasoggi di kolomnya seperti dikutip laman Washington Post, Jumat.

"Dunia Arab menghadapi versi Tirai Besi sendiri, yang dipaksakan bukan oleh aktor eksternal tetapi melalui pasukan domestik yang berlomba merebut kekuasaan," tambah Khashoggi. Artikel Khashoggi diterbitkan saat penyelidikan terhadap kasus pembunuhannya masih berjalan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES