Thursday, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Thursday, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Misteri Jam Apple yang Disebut Ungkap Pembunuhan Khashoggi

Ahad 14 Oct 2018 09:01 WIB

Rep: Marniati/ Red: Teguh Firmansyah

Jamal Khashoggi

Jamal Khashoggi

Foto: AP/Hasan Jamali, File
Saudi membantah klaim pejabat keamanan Turki soal pembunuhan Khashoggi.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Investigator Turki mengaku memiliki rekaman dan video yang menunjukkan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi dibunuh. Info tersebut pun telah ia sampaikan ke Badan Intelijen AS (CIA).

Namun, pertanyaan muncul, dari mana Turki bisa mendapatkan rekaman tersebut? Bukankah rekaman CCTV di konsulat Saudi telah lenyap? Apakah Turki memata-mati Saudi yang selama ini kerap menjadi seterunya di kawasan?

Seperti dilansir the Guardian, Ahad (14/10), pihak intelijen Turki menyatakan akhir hidup Khashoggi diketahui pada jam Apple yang dikenakannya. Jam itu  disinkronkan ke iPhone yang dipegang tunangannya, Hatice Cengiz yang menunggu di luar gedung konsulat Saudi di Turki.

Belum ada konfirmasi dari Cengiz ihwal jam Apple ini. Tapi sebelumnya Cengiz tak membantah jika ia telah menunggu Khasnoggi di luar gedung konsulat Saudi selama lebih dari tiga jam. Cengiz pun bingung mengapa Khasnoggi tak kunjung keluar. Staf Saudi yang ditanya tak mengetahui soal kabar tunangannya itu.

Khashoggi belum terlihat sejak dia memasuki gedung itu pada 2 Oktober lalu.  Riyadh belum dapat menunjukan bukti yang mendukung klaimnya bahwa Khashoggi telah meninggalkan gedung konsulat.

Namun, para pejabat Saudi menyatakan kasus Khashoggi merupakan konspirasi yang dipimpin oleh  Qatar dan didukung oleh sekutu-sekutunya di Ankara. Jaringan televisi negara Al Arabiya bahkan  mengklaim 15 orang Saudi yang datang dan pergi sebelum kematian Khashoggi adalah turis. Ini menyerupai klaim yang dibuat Rusia dalam kasus keracunan Sergei Skripal dan putrinya Yulia di Inggris.

Baca juga, Investigator Turki: Rekaman Buktikan Khashoggi Dibunuh.

Jamal Khashoggi (59), adalah seorang jurnalis Saudi, koresponden asing, editor dan kolumnis lama yang karyanya pernah menjadi kontroversi  di Arab Saudi.  Dia memutuskan untuk menetap di Amerika Serikat (AS) setelah kenaikan putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).

Sebagai kontributor The Washington Post, Khashoggi  banyak menulis tentang Arab Saudi, termasuk mengkritik perang di Yaman, perselisihan diplomatik baru-baru ini dengan Kanada dan penangkapan aktivis hak-hak wanita setelah perempuan dizinkan mengemudi.

"Penangkapan itu menerangkan kesulitan yang dihadapi semua orang Saudi. Kami diminta untuk meninggalkan harapan kebebasan politik, dan untuk tetap diam tentang penangkapan dan larangan perjalanan yang berdampak tidak hanya pada para kritikus tetapi juga keluarga mereka, ”tulis Khashoggi pada 21 Mei di Washington Post.

"Kami diharapkan untuk dengan penuh semangat menghargai reformasi sosial dan memberi pujian pada putra mahkota sambil menghindari referensi kepada orang-orang Arab perintis yang berani untuk mengatasi masalah ini beberapa dekade yang lalu," tulisnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES