Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Duit 110 miliar dolar AS Milik Saudi yang Buat Trump Galau

Jumat 12 Oct 2018 23:08 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Jamal Khashoggi

Jamal Khashoggi

Foto: EPA-EFE/Ali Haider
Investigator Turki mengaku memiliki bukti suara dan rekaman Khashoggi dibunuh.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Teka-teki hilangnya jurnalis Saudi Jamal Khashogi belum terungkap. Investigator Turki mengaku memiliki rekaman yang menguatkan adanya pembunuhan terhadap Khashoggi.

Dalam rekaman itu terdengar bagaimana ia diinterogasi, disiksa hingga akhirnya dilenyapkan. Rekaman milik investigator ini menguatkan info-info sebelumnya termasuk keterangan saksi dalam konsulat yang mengaku mendengar teriakan.  

Sayang, belum ada pejabat resmi yang mengonfirmasi ihwal rekaman tersebut. Sementara, pejabat Saudi berulangkali membantah jika mereka membunuh Khashoggi. Pejabat Saudi yakin Khashoggi telah meninggalkan kantor konsulat. 

Jika pembunuhan ini terkonfirmasi, maka ini akan menjadi tekanan besar buat Saudi. Pembunuhan ini akan memperburuk catatan hak asasi manusia negara itu di mata internasional. 

Lantas apakah Saudi akan dikenakan sanksi? Presiden AS Donald Trump sepertinya masih menimbang-nimbang mengingat Saudi merupakan sekutu utama dalam melawan Iran. Pastinya, Trump enggan menangguhkan penjualan senjata ke Arab Saudi. Ia mengatakan kasus hilangnya jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di Istanbul, Turki, tak akan mempengaruhi relasi bisnis antara Washington dan Riyadh.

Baca juga, Detik-Detik Hilangnya Khashoggi di Konsulat India.

Trump mengungkapkan tidak ada alasan kuat mengapa AS harus menghentikan penjualan senjatanya kepada Saudi. Menurutnya, bila dirinya melakukan hal tersebut, dana sebesar 110 miliar dolar AS yang disiapkan Saudi untuk membeli peralatan militer, akan beralih ke Rusia dan Cina.

photo

Khashoggi

"Mereka membelanjakan 110 miliar dolar AS untuk peralatan militer dan hal itu menciptakan lapangan kerja untuk negara ini, kata Trump kepada awak media pada Kamis (11/10).

"Saya tidak suka konsep menghentikan investasi 110 miliar dolar untuk AS, karena Anda tahu apa yang akan mereka (Saudi) lakukan? Mereka akan menarik uang itu dan membelanjakannya di Rusia atau Cina atau tempat lain," kata Trump menambahkan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA