Rabu, 8 Safar 1440 / 17 Oktober 2018

Rabu, 8 Safar 1440 / 17 Oktober 2018

Pangeran MBS Perintahkan Operasi Penangkapan Khashoggi?

Kamis 11 Okt 2018 18:57 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Jamal Khashoggi.

Jamal Khashoggi.

Foto: AP
Ada rencana untuk meminta Khashoggi kembali ke negaranya.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Keberadaan Jurnalis Saudi Jamal Khashoggi masih belum jelas. Apakah ia dibunuh, diculik, atau memang ada hal lain yang membuat ia menghilang? 

Namun, laporan intelien AS menyebut, Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) telah memerintahkan operasi penangkapan jurnalis Jamal Khashoggi. Hal itu rencananya dilakukan dengan memancing Khashoggi kembali ke negaranya dari tempat tinggalnya di Virginia, Amerika Serikat (AS).

Dilaporkan laman Washington Post, rencana Pangeran MBS untuk menangkap dan menahan Khashoggi diperoleh intelijen AS dari pejabat-pejabat Saudi yang membahas hal tersebut. Kendati demikian, Pemerintah AS belum mengonfirmasi sepenuhnya tentang informasi yang telah beredar itu.

"Meskipun saya tidak dapat berkomentar tentang masalah intelijen, saya dapat mengatakan secara definitif bahwa AS tidak memiliki pengetahuan awal tentang hilangnya (Khashoggi)," kata wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS Robert Palladino kepada awak media pada Rabu (10/10).

Ketika ditanya apakah Pemerintah AS memiliki kewajiban memperingatkan Khashoggi bila dia dalam bahaya, Palladino menolak menjawab. Ia menilai, pertanyaan itu adalah pertanyaan hipotesis.

photo

Khashoggi

Seorang mantan pejabat intelijen AS yang memberikan keterangan secara anonimitas mengatakan, badan intelijen AS memiliki kewajiban memperingatkan orang-orang yang mungkin diculik, dilukai, atau dibunuh. "Kewajiban untuk memperingatkan berlaku jika bahaya ditujukan kepada seseorang," ujar dia.

Menurutnya, kewajiban itu berlaku terlepas dari apakah orang tersebut merupakan warga negara AS atau bukan. Khashoggi sendiri kini telah tinggal di AS dan bekerja sebagai kolumnis di Washington Post.

Baca juga, Erdogan: Turki tak akan Diam, Khashoggi Bukan Kasus Biasa.

Bila informasi yang didapat intelijen AS hanya sekadar penangkapan, yang juga dapat diartikan sebagai penahanan, dalam konteks ini terhadap Khashoggi, hal itu memang tidak akan memicu peringatan. Namun, bila ada indikasi tindakan kekerasan yang direncanakan, individu yang bersangkutan seharusnya diperingatkan.

Kantor Direktur Intelijen Nasional AS, yang mengawasi proses peringatan, menolak berkomentar perihal apakah Khashoggi telah diperingatkan sebelum mendatang konsulat jenderal Saudi di Istanbul, Turki. Pejabat Pemerintah AS lainnya juga belum memberikan komentar.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA