Selasa, 15 Muharram 1440 / 25 September 2018

Selasa, 15 Muharram 1440 / 25 September 2018

Mengapa Deddy Mizwar Jadi Jubir Jokowi-Ma'ruf?

Rabu 29 Agustus 2018 08:00 WIB

Red: Elba Damhuri

Deddy Mizwar

Deddy Mizwar

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Demiz mengaku sudah meminta izin ke Partai Demokrat.

REPUBLIKA.CO.ID Oleh: Fauziah Mursid, Arie Lukihardianti

Partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) membajak Deddy Mizwar (Demiz) dari Partai Demokrat untuk menjadi salah satu juru bicara. Tim kampanye nasional bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengatakan, mereka menggandeng Demiz untuk menciptakan komunikasi publik yang lebih adem dan tidak provokatif di pemilihan presiden 2019.

Wakil Ketua Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Arsul Sani mengungkapkan, penunjukan Demiz lebih untuk menciptakan Pemilu 2019 yang lebih sejuk. "Kami lebih mengutamakan peran Kang Demiz sebagai jubir, utamanya adalah untuk menciptakan komunikasi publik yang terkait kontestasi pilpres itu yang lebih dingin, yang lebih adem, tidak provokatif. Nah, itulah kami pilih sosok Kang Demiz," ujar Arsul di Media Center KIK, Menteng, Jakarta, Selasa (28/8).

Menurut Arsul, ajakan Deddy Mizwar untuk membantu pemenangan Jokowi-Ma'ruf bukan dilakukan secara tiba-tiba. Arsul menyebutkan, selama ini partai koalisi memang telah berkomunikasi sejak lama dengan Deddy Mizwar.

"Sebetulnya tidak mendadak, tiba-tiba, baru kemarin, atau apa. Komunikasinya sudah lama dan sejauh ini memang sambutannya positif. Beliau menyatakan kesediaannya, itu yang disampaikan teman-teman yang berkomunikasi dengan Kang Demiz. Ya sudah, kita masukkan," kata Arsul.

Saat ditanyai terkait status Demiz di keanggotaan Partai Demokrat setelah bergabung di Koalisi Jokowi-Ma'ruf, Arsul tidak menjawab lugas. Menurut Arsul, yang terpenting saat ini Demiz memiliki komitmen untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan, penunjukan Demiz sebagai bagian dari penggalangan dan juga upaya meningkatkan efektivitas tim kampanye. Hasto menyebutkan, alasan dipilihnya Demiz sebagai salah satu jubir karena pengalaman luas dan kemampuan komunikasi politik yang sangat baik. Tidak hanya itu, latar belakang Demiz yang berfokus pada kesenian dan kebudayaan juga menjadi salah satu pertimbangan.

"Concern dari Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf itu nanti aksentuasinya akan disampaikan dengan sangat baik oleh Bapak Deddy Mizwar," ujar Hasto. 

Ia juga mengklaim penunjukan Demiz sebagai juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf sudah mendapatkan konfirmasi dari yang bersangkutan. Ia pun tidak mempersoalkan Demiz yang pernah menandatangani pakta dukungan kepada calon presiden yang diusung Partai Demokrat.

Hasto menyebutkan, KIK telah berkomunikasi dengan Deddy maupun pimpinan partai di Jawa Barat terkait hal tersebut. "Ketika Pak Deddy juga dalam proses komunikasi tersebut menyatakan siap, ya, ini merupakan hal yang positif bagi upaya-upaya untuk menyatukan seluruh elemen masyatakat partai, para relawan, dan para tokoh tersebut," kata Hasto.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES