Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Indonesia Kian Bersaing di Asian Games

Selasa 21 Agu 2018 07:54 WIB

Red: Elba Damhuri

Atlet taekwondo putri Indonesia Defia Rosmaniar melakukan sujud syukur seusai meraih medali emas dalam cabang taekwondo nomor poomsae Asian Games 2018 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Ahad (19/8).

Atlet taekwondo putri Indonesia Defia Rosmaniar melakukan sujud syukur seusai meraih medali emas dalam cabang taekwondo nomor poomsae Asian Games 2018 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Ahad (19/8).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Perolehan tiga emas Indonesia di Asian Games ini sesuai target harian kontingen.

REPUBLIKA.CO.ID  Oleh: Israr Itah, Ronggo Astungkoro

Sejumlah atlet Indonesia kembali mengukir prestasi di ajang Asian Games 2018. Kontingen Merah Putih menambah tiga emas lewat cabang olahraga wushu dan balap sepeda gunung downhill, Senin (20/8).

Emas wushu disumbangkan atlet andalan Indonesia, Lindswell Kwok, yang berlaga di nomor taijiquan dan taijijian. Lindswell meraih nilai tertinggi 9,75 pada Ahad (19/8) pagi. Atlet asal Medan tersebut juga menorehkan nilai tertinggi pada nomor taijijian dengan torehan 9,75 angka, kemarin.

Dengan torehan tersebut, Lindswell berhak mendapatkan medali emas dengan total perolehan angka 19,50. Ia mengungguli atlet Hong Kong Uen Yung Juanita Mok yang merupakan pesaing terberatnya.

Bagi Lindswell, ini emas pertamanya di pentas Asian Games. Pada Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan, wanita lajang ini hanya meraih perak. "Medali emas ini saya persembahkan untuk semua pihak, terutama kepada bangsa dan negara ini," kata Lindswell.

Di cabang olahraga balap sepeda, Indonesia mampu meraih dua emas pada nomor downhill putra dan putri. Emas downhill putri disumbangkan pembalap Tiara Andini Prastika, sedangkan emas downhill putra direbut Khoiful Mukhib.

Perolehan tiga emas sesuai proyeksi harian yang dicanangkan kontingen. Namun, nama atlet peraih emas sedikit meleset dari target. Lifter Sri Wahyuni yang awalnya diproyeksikan menyumbang emas pada nomor 48 kg, harus puas dengan medali perak. Untungnya, tim balap sepeda mampu menutupi target emas di nomor downhill putri.

Deputi Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mulyana mengatakan, prestasi yang diraih kontingen Indonesia sampai kemarin masih sesuai target. "Hasil yang dicapai sesuai analisis kami," kata Mulyana, kemarin.

Dia menjelaskan, cabang olahraga wushu dan balap sepeda downhill memang ditargetkan sebagai pendulang emas. Hal ini berbeda dengan cabor lainnya, seperti menembak, gulat, dan anggar. Para atlet di cabor-cabor tersebut tidak dibebankan medali.

Berkat tambahan tiga emas, Indonesia naik dua peringkat pada klasemen sementara Asian Games 2018. Hingga pukul 22.00 WIB, Indonesia menempati peringkat keempat dengan raihan empat emas, dua perak, dan dua perunggu. Sedangkan, posisi pertama masih ditempati Cina yang tampil perkasa dengan menggondol 15 emas, 12 perak, dan 9 perunggu.

Presiden Joko Widodo bersyukur dengan raihan kontingen Indonesia. Jokowi yakin Indonesia bisa memenuhi target 10 besar. "Bahkan bisa saja delapan besar," kata Jokowi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA