Saturday, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Saturday, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Asman Abnur Mundur Sebelum Digusur

Rabu 15 August 2018 07:03 WIB

Rep: Fauziah Mursid, Amri Amrullah, Debbri Sutrisno, Dessy Suciati Saputri, Antara/ Red: Andri Saubani

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( Menpan RB) Asman Abnur.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( Menpan RB) Asman Abnur.

Foto: Republika/Edi Yusuf
Dukungan PAN kepada Prabowo membuat Asman Abnur mundur dari jabatan Menpan-RB.

REPUBLIKA.CO.ID, Sejumlah wartawan kesulitan menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur pada Selasa (14/8) siang. Mereka berusha mengklarifikasi informasi yang beredar terkait keputusannya akan mundur dari jabatan menteri.

Pada Selasa siang, awak media menunggu Asman di teras utama Gedung Kementerian PAN-RB, Jakarta, tempat Asman bekerja. Di teras itu mobil jenis Toyota Alphard yang biasa Asman tumpangi berpelat nomor polisi RI 44 terparkir.

Namun, selepas Magrib, supir Asman kemudian mengganti pelat mobil itu menjadi B-1407-RFS, lalu membawa mobil itu pergi keluar meninggalkan Gedung Kemenpan, tanpa Asman dan tanpa pengawalan vooridjer. Kemudian beredar info bahwa Asman telah meninggalkan kantor melalui pintu samping.

Karo Humas Kemenpan-RB, Mudzakir mengungkapkan, Asman masih menunggu arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait rencana pengunduran dirinya sebagai menteri. Asman mundur, karena Partai Amanat Nasional (PAN) tempatnya bernaung kini telah berbeda haluan politik dengan Jokowi menuju Pilpres 2019.

"Beliau (Asman Abnur) telah menyampaikan melalui Mensesneg uuntuk memohon arahan presiden mengenai posisi beliau saat ini," kata Mudzakir.

Sambil menunggu arahan Presiden Jokowi, kata dia, Asman Abnur masih bekerja sebagai Menpan RB. Mudzakir menyatakan, Asman memang enggan menemui wartawan sebelum ada kejelasan dari Jokowi.

"Saat ini beliau menunggu arahan bapak presiden," ujar Mudzakir.

Staf Humas Kementerian PAN-RB Suwardi mengatakan hingga kini Asman belum membereskan barang-barang pribadi yang ada di ruangannya. Berbagai barang pun masih tertata rapi.

"Belum beres-beres, tadi sempat ke ruangan masih di ruangan kok, foto segala macam," kata Suwardi.

Pada Selasa malam, Asman menggelar konferensi pers. Ia menyatakan telah mengajukan pengunduran dirinya sebagai menteri kepada Presiden Jokowi di Istana Bogor, Selasa malam.

"Tadi jam tujuh malam saya meluncur ke Istana Bogor. Saya menghadap Presiden. Saya diberikan waktu cukup lama mengobrol," kata Asman.

Asman mengaku menyampaikan niatnya untuk mengurangi beban Presiden. Karena, kata dia, PAN tidak mendukung Presiden Jokowi pada Pilpres 2019, maka Asman merasa kehadirannya di Kabinet Kerja tidak baik secara etika.

"Alhamdulillah pak Presiden memahami perasaan saya. Maka saya mohon untuk diizinkan mengundurkan diri. Alhamdulillah pak Presiden dengan sedih, maksud saya, beliau menyampaikan kinerja saya cukup memberikan nilai positif buat beliau, namun kalau memang itu yang terbaik beliau tidak bisa menolak untuk mundur," kata Asman.

Asman mengungkapkan sebelum memutuskan untuk mundur, dirinya sempat berbincang dengan Mensesneg Pratikno, Selasa pagi. Pada kesempatan itu, Mensesneg mengungkapkan kepada Asman bahwa posisi Asman saat ini menjadi tidak mengenakkan, baik bagi Kemenpan maupun suasana yang dirasakan langsung oleh Presiden.

"Sehingga saya tidak ingin Pak Presiden merasa terbebani dengan tuntutan parpol koalisi yang lain," ujar Asman.

Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi mengonfirmasi pengunduran diri Asman dari Kabinet Kerja. Viva pun mengakui, pilihan mundur Asman lantaran PAN mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

"Saya telah melakukan komunikasi dengan Asman, beliau menyatakan mohon izin untuk mengundurkan diri dari kabinet pemerintahan Jokowi. Alasannya, pertama, tidak mau membebani pemrrintah ini karena secara politik PAN itu berbeda pilihan dengan koalisinya Jokowi," kata Viva di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa.

Menurut Viva, keputusan mengundurkan diri itu diambil Asman usai PAN resmi mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Ia mengatakan, mundurnya Asman juga menjadi sebuah pelajaran politik dalam rangka mempertahankan fatsun dan menjaga kesantunan, etika politik.

"Pak Asman merasa kalau kemudian berbeda maka lebih baik Pak Asman mengundurkan diri sebagai menteri di kabinet Presiden Jokowi," ujar Viva.

Wakil Ketua Komisi IV DPR itu juga membantah jika mundurnya Asman dari posisi menteri karena diminta oleh Jokowi atau dari partai. Ia pun meyakini Presiden Jokowi akan menghormati sikap Asman yang memilih mundur dari kabinet Pemerintahan Jokowi-JK.

Sekjen PAN Eddy Soeparno menilai, pengunduran diri Asman Abnur ini merupakan sikap kesatria yang dilakukan kadernya. Terkait keinginan presiden untuk me-reshuffle kabinet yang saat ini tidak lagi berada dalam satu koalisi. Eddy mengatakan PAN menghormati keputusan presiden itu, karena itu adalah hak kedaulatan presiden.

"Hak dan kedaulatan reshuffle kabinet sepenuhnya ada di tangan Presiden. Kita akan hormati keputusan yang beliau jalankan terkait kabinet Kerja saat ini. Kita juga hormati dan apresiasi sikap kesatria Pak Asman yang menyampaikan pengunduran dirinya kepada Presiden hari ini," kata Eddy.

"Sehingga saya tidak ingin Pak Presiden merasa terbebani dengan tuntutan parpol koalisi yang lain." Asman Abnur

Sekretaris Kabinet Pramono Anung, membenarkan, mundurnya Asman Abnur dari Kabinet Kerja karena perbedaan pilihan politik PAN. Ia pun menyambut baik keputusan Asman tersebut. Sebab menurut dia, akan menjadi tak elok jika Asman masih berada di dalam pemerintahan setelah partainya memutuskan untuk mendukung kubu Prabowo.

"Karena bagaimanapun tidak elok kalau kemudian beliau (Asman) ada di dalam pemerintahan," kata Pramono.

Pramono menjelaskan, sebelumnya Presiden Jokowi meminta Menteri Sekretaris Negara dan dirinya untuk memanggil Asman terkait hal ini. Kemudian, Asman pun menemui Mensesneg Pratikno pada Selasa pagi.

"Dan Pak Asman sendiri dengan berbesar hati tentunya beliau akan memenuhi itu," ujarnya.

Kendati demikian, ia menegaskan pengunduran diri Asman tak berkaitan dengan kinerjanya selama ini di pemerintahan. Menurut Pramono, kinerja Asman di Kabinet Kerja justru cukup baik.

"Tapi ini kan pilihan politik yang tak bisa terhindarkan," tambahnya.

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menilai keputusan Asman mundur dari Kabiner Kerja sudah sesuai etika berpolitik.  "Kalau melihat secara etika, apa pun, PAN sudah menyatakan mendukung capres cawapres berbeda dengan yang ada di pemerintahan sampai 2019," ujar Puan di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (14/8).

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan dalam waktu dekat kemungkinan akan terjadi reshuffle kabinet. "Dalam waktu dekat ya mungkin saja. Kita tunggu keputusannya. Karena ini konsekuensi dari dinamika politik perkoalisian," katanya ditemui di kantornya, Selasa (14/8).

Adanya pergantian Menpan-RB, lanjut Pratikno, sebenarnya tidak mencuat kali ini. Sebab, beberapa kali Presiden Jokowi pun bertemu dengan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, untuk membicarakan koalisi pemerintah ke depan. Dari perbincangan ini akan ada permbicaraan terkait jatah menteri jika PAN kemudian tidak akan ikut dalam koalisi pemerintah.

"Ya sama aja. Pembahasan koalisi kan sudah sejak lama. Ya itu konsekuensi dari perkoalisian. Nanti pak presiden yang akan memutuskan secepatnya."

Baca juga:

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES