Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Misteri Cawapres Berinisial M

Kamis 09 Aug 2018 07:24 WIB

Red: Elba Damhuri

Persiapan Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019

Foto:
PAN masih gamang soal koalisi, apakah bergabung dengan Prabowo atau Jokowi.

Menurut dia, prinsip PAN sudah jelas dan terbuka dengan berbagai opsi, termasuk opsi yang baru-baru ini muncul, yakni Ustaz Abdul Somad (UAS), Salim Segaf Al Jufri, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Bahkan, PAN pun diklaim terbuka dengan opsi lain dari tokoh-tokoh nonpartai. Syaratnya, tokoh yang nantinya menjadi cawapres tersebut dapat meraup suara rakyat saat pilpres 2019.

"Bisa UAS (Ustaz Abdul Somad—Red) atau yang lainnya, seperti Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan," ucap Dradjad.

Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengatakan, mayoritas suara PAN di tingkat wilayah menginginkan PAN bergabung dengan koalisi Prabowo Subianto. Hal itu berdasarkan suara yang dikumpulkan dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PAN se-Indonesia.

Namun, Yandri mengatakan, DPP PAN pada Rabu (8/8) mengadakan rapat internal dengan DPW PAN untuk membahas finalisasi arah koalisi PAN di pilpres sebelum dikukuhkan dalam rakernas PAN hari ini.

Oleh karena itu, Yandri menutup kemungkinan PAN merapat ke koalisi Jokowi. Sebab, mayoritas suara PAN lebih menginginkan bergabung ke koalisi Prabowo. Meski begitu, Yandri mengakui, ada beberapa DPW PAN yang menginginkan berkoalisi ke kubu Jokowi.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih membangun komunikasi politik dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kemarin siang, Prabowo mendatangi kediaman Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al jufri.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengklaim PKS telah legawa jika cawapres yang dipilih Prabowo tidak berasal dari PKS. PKS legawa karena Partai Gerindra memberikan kompensasi berupa pembagian kekuasaan kepada PKS. "Ya, power sharing," kata Muzani di kediaman Prabowo, Rabu (8/8).

Ia menjelaskan, pembagian kekuasaan yang dimaksud adalah jatah menteri apabila Prabowo memenangkan pilpres 2019. Namun, ia tidak mengetahui persis jumlah kursi kabinet yang diminta PKS.

"Karena saya mengiringi Prabowo, yang berbicara berdua. Saya intip-intip saja," kata dia.

(febrianto adi saputro/mabruroh/fauziah mursid/silvy dian setiawan, ed: satria kartika yudha)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA