Saturday, 7 Zulhijjah 1439 / 18 August 2018

Saturday, 7 Zulhijjah 1439 / 18 August 2018

Indonesia Vs Malaysia Malam Nanti Menjanjikan Laga Sengit

Kamis 09 August 2018 07:08 WIB

Rep: Bambang Noroyono, Dadang Kurnia/ Red: Andri Saubani

Timnas Indonesia U-16 bersama tim official melambaikan tangan ke suporter usai pertandingan.

Timnas Indonesia U-16 bersama tim official melambaikan tangan ke suporter usai pertandingan.

Foto: Zabur Karuru/Antara
Timnas U-16 Indonesia melakoni laga semifinal Piala AFF lawan Malaysia.

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Pelatih timnas U-16 Indonesia, Fakhri Husaini menyiapkan skenario adu penalti menghadapi Malaysia U-16. Timnas Garuda Muda akan menghadapi skuat Harimau Muda melakoni babak semifinal Piala AFF U-16 2018 di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), Kamis (9/8) malam pukul 19.00 WIB.

Fakhri mengatakan, para pemainnya sudah siap menghadapi Malaysia. Pada sesi latihan terakhir, Rabu (8/8) pagi di Lapangan Jenggolo, Fakhri memimpin 23 penggawanya berlatih.

Fakhri menyisipkan menu latihan tendangan 12 pas. Menurut dia, latihan tersebut bagian dari rencananya jika laga normal timnya menjamu Malaysia berakhir imbang.

“Yang membedakan latihan hari ini adalah adanya tambahan latihan untuk pemain melakukan penalti. Ini penting kami siapkan bagian dari kesiapan taktik,” ujar Fakhri kepada wartawan, Rabu (8/8).

Fakhri menambahkan, bukan cuma kesiapan strategi, para penggawanya juga sudah siap mental. “Secara keseluruhan anak-anak siap main. Dari aspek mental mereka juga antusias, dan sangat menunggu melawan Malaysia ini,” sambung Fakhri.

Pertandingan semifinal Piala AFF U-16 cuma akan berlangsung selama dua babak yang terbagi dalam 2 x 80 menit. Jika kedua kesebelasan bermain imbang, penentuan pemenang akan dilakukan lewat adu penalti.

Melawan Malaysia, timnas Indonesia memang kerap berakhir lewat adu penalti. Di skuat U-16, adu penalti pernah terjadi pada Piala AFF U-16 2013. Setelah kedua kesebelasan bermain imbang 1-1, adu penalti membuat Malaysia unggul 3-2 dari Indonesia.

Trengginas di babak peyisihan

Indonesia kini tentu menargetkan kemenangan. Sebab Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) masih menebalkan target juara bagi skuat asuhan pelatih Fakhri Husaini. Fakhri mengatakan, timnya sudah siap menggilas Malaysia.

“Saya sampaikan kami akan bermain dengan cara kami. Dengan intensitas permainan yang sudah kami perlihatkan di laga-laga sebelumnya,” ujar Fakhri.

Apa yang dikatakan Fakhri memang menyimpan ambisi. Tapi jalan skuat Garuda Muda sampai ke babak semifinal memang terbukti melambungkan harapan yang tinggi.

Itu tergambar dari lima laga saat penyisihan grup. Indonesia U-16 belum terkalahkan dengan menyapu semua laga dengan kemenangan. Status sebagai juara Grup A sempurna dengan raihan 15 angka. Indonesia U-16, pun tersubur dengan perolehan sebanyak 21 gol.

Indonesia memang tetap kebobolan sebanyak tiga kali. Namun, produktivitas Sutan Zico dan kawan-kawan rata-rata mencapai empat gol dalam sekali laga.

Sebagai tim tersubur, nama pemain serang Bagus Kahfi Alfikri pun didapuk sebagai pencetak gol terbanyak sementara ini, dengan raihan 11 gol. Tentu saja, catatan sepanjang penyisihan tersebut membuat para pemain Indonesia U-16 percaya diri bisa mengatasi skuat Harimau Muda.

“Secara umum anak-anak dalam kondisi yang baik. Mereka siap main. Aspek mental, mereka juga siap dan antusias. Mereka juga menunggu pertandingan ini (melawan Malaysia),” sambung Fakhri.

Kesiapan fisik, pun pelatih asal Aceh ini mengungkapkan tak ada pemainnya yang dalam kondisi cedera. Kata dia, sampai sesi latihan terakhir di Lapangan Jenggolo pada Rabu (8/8) pagi 23 penggawa Garuda Muda lengkap dan dalam kondisi prima.

Baca juga:

Riwayat rivalitas

Adapun, timnas U-16 Malaysia, sebetulnya juga bukan tim yang mudah dikalahkan. Skuat pelatih Raja Azlan Shah tersebut melaju ke babak semifinal sebagai runner-up dari Grup B.

Malaysia sepanjang penyisihan grup mencatatkan tiga kemenangan dari empat laga, dengan satu kali kekalahan. Tetapi Malaysia U-16 punya pengalaman menang dari Indonesia 4-3 saat kedua tim melakoni uji coba di Petaling Jaya, pada Juli lalu. Para pemain saat uji coba tersebut, tak jauh beda dari penggawa yang akan turun lapangan di Sidoarjo nanti.

Kemenangan saat uji coba tersebut, sekaligus menambah rekor buruk Indonesia U-16 yang tak pernah menang dari Malaysia U-16 sejak 2007. Sebelum uji coba Juli lalu, Malaysia U-16 Vs Indonesia U-16 sudah bertemu empat kali.

Malaysia juga pernah menang 2-0 dari Indonesia pada 2008, dan pada 2013 dengan skor 3-2 lewat adu penalti. Dua laga lainnya, Indonesia mampu menahan imbang tak lebih dari dua gol. Akan tetapi, rangkain kemenangan Harimau Muda dari Garuda Muda tersebut terjadi di hadapan suporter Malaysia.

Laga kali ini berbeda. Timnas U-16 Malaysia bukan sekadar akan menghadapi penggawa Indonesia U-16 di lapangan. Melainkan, juga akan menghadapi aura suporter timnas Indonesia yang masif akan memenuhi stadion Delta Sidoarjo.

Selama babak penyisihan, tak kurang dari 20 ribu suporter Indonesia kerap memenuhi tribun penonton demi memompa semangat tanding penggawa Garuda Muda. Akan tetapi, kehadiran suporter Indonesia di laga antara Garuda Muda dan Harimau Muda kali ini sebetulnya menyimpan kekhawatiran.

Indonesia Vs Malaysia ini bukan cuma sekadar menang atau kalah. Melainkan sudah berkelindan dengan gengsi sengit antara kedua bangsa.

Gengsi ini yang sejatinya membuat laga apapun antara Indonesia vs Malaysia kerap bertensi tinggi. Apalagi, baru-baru ini kesengitan suporter Indonesia terhadap Malaysia kembali terjadi.

Saat semifinal Piala AFF U-19 2018 yang juga terjadi di Delta Sidoarjo, Juli lalu, suporter Indonesia nekat melempari para pemain Malaysia U-19 setelah menang 3-2 (1-1) lewat adu penalti. Lantaran insiden tersebut, bahkan membuat Menteri Olahraga (Menpora) Malaysia Syed Saddiq Rahman meminta jaminan keselamatan kepada Menpora Imam Nahrawi tentang keselamatan pemain dan atletnya selama berada di Indonesia.

Lepas insiden tersebut, satu pemain Malaysia U-16 Amirul Ashrafiq Hanifa nekat mengulangi insiden SEA Games 2017, dengan membalikkan bendera Indonesia, Merah Putih menjadi Putih Merah di akun media sosialnya sebelum mengikuti Piala AFF. Insiden pembalikan bendera itu, memicu suporter Indonesia berbondong ke stadion menyaksikan laga antara Malaysia Vs Thailand, Senin (30/7).

Sepanjang laga di stadion Joko Samudro, Gresik, suporter Indonesia tak berhenti menyanyikan yel-yel cacian dan penghinaan terhadap Amirul dan Malaysia. Malaysia kalah 1-2 dari Thailand saat laga tersebut.

Aksi suporter Indonesia itu memicu Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) mengadukan Indonesia ke federasi Asia (AFC) dan mengancam mengundurkan diri dari gelaran. Namun, ancaman mengundurkan diri itu, pun diladeni di Indonesia.

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi dan Menpora Imam, sekata meminta AFC adil terhadap kasus tersebut. Sebab Indonesia dan para penggawanya, pun tak sekali dua kali menjadi korban penghinaan saat berlaga di Malaysia.

Ragam insiden antara suporter Indonesia dan Malaysia tersebut yang menurut Fakhri akan memicu pertandingan sengit Indonesia U-16 Vs Malaysia U-16 kali ini. Akan tetapi, Fakhri meminta kepada suporter timnas Indonesia memberikan dukungan kepada penggawa Garuda Muda tanpa perlu membuka ruang yang memunculkan provokasi.

“Ini pertandingan kelompok umur 16 tahun. Pertandingan ini harus bisa terlaksan dengan sikap saling respek antar pemain, dan juga suporter,” kata Fakhri.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES