Sabtu, 7 Zulhijjah 1439 / 18 Agustus 2018

Sabtu, 7 Zulhijjah 1439 / 18 Agustus 2018

Prancis, Skuat Juara Dunia dalam Keberagaman

Selasa 17 Juli 2018 04:18 WIB

Red: Andri Saubani

Timnas Prancis merayakan gelar juara Piala Dunia 2018.

Timnas Prancis merayakan gelar juara Piala Dunia 2018.

Foto: AP Photo/Rebecca Blackwell
Sekitar dua pertiga skuat Les Bleus berlatar belakang imigran.

REPUBLIKA.CO.ID, Ayah Antoine Griezmann adalah imigran asal Jerman dan ibunya adalah seorang Portugis. Kedua orang tua Paul Pogba adalah warga negara Guinea sebelum menetap di Prancis. Adapun, Kylian Mbappe memiliki ayah dari Kamerun dan ibu asal Aljazair.

Imigran, anak imigran, cucu dari imigran bersatu dengan keluarga yang telah tinggal di Prancis selama beberapa generasi. Mereka bahu-membahu membela Les Bleus hingga akhirnya negara itu meraih Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah pada Ahad (17/4).

Sekitar dua pertiga skuat Les Bleus berlatar belakang imigran. Kondisi itu membuat timnas Prancis yang berlaga di Piala Dunia 2018 bisa diibaratkan sebagai miniatur PBB yang berisikan pesepak bola berbakat.

Bek Samuel Umtiti lahir Kamerun dan kiper cadangan Prancis, Steve Mandanda lahir di Zaire. Tanpa disebutkan satu per satu, para pemain Les Bleus berlatar belakang Aljazair, Mali, Mauritania, Moroko, dan Senegal, plus Jerman, Italia, Portugal, Spanyol.

"Keberagaman etnis dalam skuat adalah citra dari negara yang indah, itulah Prancis," kata gelandang, Blaise Matuidi. Orang tua Matuidi berasal dari Angola dan Kongo.

"Itulah Prancis yang kami cintai," kata Griezmann, seusai kemenangan 4-2 atas Kroasia di laga final Piala Dunia, di Moskow, Ahad.

Pada usia 27 tahun, Griezmann adalah bintang utama tidak hanya di Atletico Madrid tapi juga sepak bola Spanyol. Griezmann menjadi top skorer dengan enam gol saat Prancis mencapai final Piala Eropa 2016 meski gagal juara setelah dikalahkan Portugal. Di Piala Dunia 2018, Griezmann adalah pemain ketiga terbaik setelah Luka Modric (Kroasia) dan Eden Hazard (Belgia).

Pada babak pertama laga final Piala Dunia 2018, tendangan bebas Griezmann disundul Mario Manduzkic masuk ke gawangnya sendiri pada menit ke-18. Griezman kemudian mengoversi penalti menjadi gol pada menit ke-38 yang membuat Prancis unggul 2-1.

Gol Mbappe pada menit ke-59 membuat Prancis unggul jauh. Dia mencetak gol pada menit ke-65 dan membuatnya menjadi pemain termuda kedua setelah Pele yang bisa mencetak gol pada final Piala Dunia.

Baca juga:

Vive la diversite! (Hidup keberagaman!). Setelah Hari Bastille, kini saatnya Prancis berpesta merayakan kemenangan Piala Dunia.

Prancis bermain dalam kelembapan udara tinggi pada laga final di Rusia dan guyuran hujan saat prosesi penyerahan trofi. Kondisi cuacara yang kontras saat musim panas 20 tahun lalu di Stade de France.

Griezmann mencium trofi Piala Dunia, menyadari generasinya akan disejajarkan dengan generasi 1998 seperti Zinedine Zidane, Emmanuel Petit, Thierry Henry, Lilian Thuram, dan Fabien Barthez. Malam itu semakin spesial, karena Griezmann adalah pemain terbaik laga final.

Zinedine Zidane, juga seorang anak dari orang tua dari Aljazair. Patrick Vieira lahir di Senegal. Dan generasi 2018 berisi pemain dengan etnis yang lebih beragam.

"Mulai sejak malam ini, Saya meminta maaf kepada mereka, tapi status mereka akan berbeda. Ke-23 pemain itu untuk selamanya apa pun yang terjadi akan selalu diingat. Terima kasih untuk momen ini," kata pelatih, Didier Deschamps, yang adalah kapten Prancis kala negaranya untuk pertama kali meraih trofi Piala Dunia, 20 tahun silam.

[video] Penantian Dua Dekade Les Bleus

 

Sumber : AP
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES