Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Biang Keladi Meroketnya Harga Telur Ayam

Jumat 13 Juli 2018 07:29 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Peternak memanen telur ayam yang siap dijual di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/7).  Harga jual telur di tingkat konsumen dan sejumlah pasar tradisional naik, dari Rp23.000 per kilogram  menjadi Rp30. 000 karena naiknya harga pakan ternak serta minimnya bibit ayam petelur.

Peternak memanen telur ayam yang siap dijual di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/7). Harga jual telur di tingkat konsumen dan sejumlah pasar tradisional naik, dari Rp23.000 per kilogram menjadi Rp30. 000 karena naiknya harga pakan ternak serta minimnya bibit ayam petelur.

Foto: Yulius Satria Wijaya/Antara
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar disebut alasan harga telur ayam naik.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Sapto Andika Candra, Eko Widiyatno, Lilis Sri Handayani, Riga Nurul Iman, Halimatus Sa'diyah, Melisa Riska Putri

JAKARTA -- Harga telur ayam di berbagai pasar tradisional di Tanah Air terus meningkat melampaui harga acuan pemerintah. Tren tersebut terjadi selepas Idul Fitri 1439 Hijriyah/2018 M. Keterbatasan stok hingga harga pakan yang mahal dituding menjadi penyebab di balik fenomena tersebut.

Di Jakarta, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) mencatat harga telur ayam rata-rata mencapai Rp 28.650 per kilogram (kg). Harga itu di atas harga acuan di level konsumen, Rp 22 ribu per kg.

Seorang pedagang di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, Rizal, menuturkan lonjakan harga mulai terjadi setelah Lebaran lalu. Saat hari raya, harga telur masih Rp 24 ribu per kg. "Kemudian secara berangsur-angsur harga telur naik menjadi Rp 26 ribu per kg, kemudian Rp 30 ribu per kg," kata Rizal, kemarin.

Hal serupa tergambar di Pasar Pagi, Kota Cirebon, Jawa Barat. Berdasarkan pantauan, Rabu (11/7), harga telur ayam mencapai Rp 28 ribu per kg. Pada Lebaran tahun lalu, komoditas itu dihargai paling mahal Rp 23 ribu hingga Rp 24 ribu per kg. "Harga telur ayam bikin pusing. Naiknya tinggi sekali," ujar Novi, seorang pedagang kelontong.

photo

Harga Telur Ayam Naik Kembali. Pembeli memilih telur ayam negeri di pasar tradisional, Jakarta, Ahad (1/7).

Serupa dengan daerah lain, harga telur ayam di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, juga mengalami kenaikan signifikan. Seperti di Pasar Manis, Kota Purwokerto, telur ayam dijual Rp 29 ribu per kg.

Menurut Wasis, seorang pedagang, menjelang Lebaran, harga telur ayam masih di level Rp 25 ribu per kg atau naik Rp 3.000 dari harga normal. Namun, selepas Lebaran, harga telur ayam tidak beranjak turun, tetapi terus mengalami kenaikan hingga sekarang mencapai Rp 29 ribu per kg.

 

Selama 20 tahun saya jualan telur, sekarang ini harga paling tinggi

Di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, harga telur ayam di pasaran melonjak mencapai Rp 32 ribu hingga Rp 33 ribu per kg, sedangkan harga normal adalah Rp 24 ribu per kg. Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi Iwan Karmawan mengatakan, pasokan telur ayam berkurang sehingga harga melonjak.

Di Pasar Raya, Kota Padang, Sumatra Barat, harga per kg telur ayam berkisar antara Rp 22.500 hingga Rp 23.500 per kg. "Selama 20 tahun saya jualan telur, sekarang ini harga paling tinggi," ujar Nurjanah (49), seorang pedagang telur ayam, kemarin.

Meski harga telur ayam sedang tinggi, dia mengaku tidak ada penurunan permintaan dari konsumen. Ia justru merasakan ada peningkatan permintaan dari masyarakat karena pedagang eceran keliling tidak menjual telur yang sedang mahal.

Situasi lebih parah tergambar di Piru, ibu kota Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Telur ayam sudah langka sejak empat hari belakangan. "Dan stok tidak ada di pasar," kata salah seorang ibu rumah tangga di Piru, Costantina.

 

Baca Juga: Harga Telur Ayam Sentuh Rekor Tertinggi Tahun Ini

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA