Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Amien Rais Tiru Langkah Mahathir, Berhasilkah?

Kamis 14 Jun 2018 01:11 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Politisi Amien Rais menghadiri peluncuran dan bedah novel I Am Sarahza pada acara Islamic Book Fair 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (20/4).

Politisi Amien Rais menghadiri peluncuran dan bedah novel I Am Sarahza pada acara Islamic Book Fair 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (20/4).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Amien Rais siap maju menjadi calon presiden pada Pilpres 2019

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Joko Sadewo, Mabruroh, Dian Fath Risalah, Inas Widyanuratikah

Kabar bakal majunya Amien Rais pada Pilpres 2019 cukup mengejutkan dunia perpolitikan Indonesia. Politikus senior PAN itu menyiratkan siap maju menjadi capres pada 2019.

Berbagai pendapat pun bermunculan. Manuver Ketua Dewan Kehormatan (Wanhor) PAN itu disebut untuk mendorong kader PAN muncul sebagai bakal calon presiden. Posisi Amien Rais adalah cadangan paling akhir kalau tidak ada calon lain yang maju.

Anggota Wanhor PAN, Dradjad Wibowo mengatakan hal terpenting bagi Amien Rais adalah ganti presiden di 2019. Karena itu harus ada pasangan capres-cawapres yang berani dan berpeluang menang Pilpres 2019.

"Sebenarnya Pak Amien itu mendorong kader-kader PAN agar muncul menjadi bacapres bacawapres,” kata Dradjad kepada Republika.co.id, Selasa (12/6).

Dradjad mengatakan selain Ketum PAN Zulkifli Hasan, Amien juga memunculkan dua mantan ketum yaitu Soetrisno Bachir dan Hatta Rajasa. "Tapi kan tidak elok kalau dari empat ketum/mantan ketum PAN ada satu yang tidak muncul yaitu Pak Amien sendiri. Nanti muncul kesan, Pak Amien ini kok mendorong-dorong orang lain bersaing dengan Pak Jokowi, tapi dirinya sendiri tidak mau maju,” ungkapnya.

Karena itulah, kata Dradjad, Amien menyebutkan, kalau memang situasinya mendesak, ya Mbah Amien ini harus siap turun gunung jadi bacapres.

Dijelaskan Dradjad, bagi orang Jawa, ketika seseorang menyebut dirinya sendiri “mbah”, itu artinya sangat dalam. Itu berarti, Amien sangat menyadari bahwa dia sudah sepuh, sudah “manditho” menjadi guru bagi generasi muda.

"Jadi harapan beliau, ada tokoh yang lebih muda, yang berpeluang besar memenangkan pilpres 2019,” jelas Dradjad.

Tapi rupanya, kata Dradjad, pernyataan kesiapan Amien Rais disalahtafsirkan sebagai keinginan pribadi untuk maju sebagai capres. "Muncul lah berbagai respon, hingga Presiden pun ikut berkomentar,” kata politikus yang sangat dekat dengan Amien Rais ini.

Padahal, kata Dradjad, posisi Amien Rais itu sebagai pemain cadangan paling akhir. Jadi Amien  hanya turun ke lapangan jika situasinya sangat mendesak.

Mengapa demikian? karena menurut Dradjad, Amien itu ulama yang luas ilmu agamanya. Amien Rais sangat sadar, orang beriman harus siap lillahi ta’ala jika dibebani amanat. Tidak boleh kabur.

"Nabi Yunus AS saja dihukum Allah dengan ditelan ikan karena marah dan kabur. Beliau lari dari amanat berdakwah ke kaumnya di Ninawa, ibu kota Asyiria di selatan Irak. Pak Amien bahkan pernah menasihati saya dengan kisah ini. Jadi, beliau tidak mau mengulangi kesalahan Nabi Yunus AS. Tapi ya itu, sebagai pemain cadangan yang paling akhir,” kata dia.

photo

Refleksi Reformasi. Tokoh Reformasi Amien Rais memberikan paparan saat 20 Tahun Refleksi Reformasi di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (21/5).

Pendiri Kelompok Diskusi dan Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi), Hendri Satrio meminta Amien Rais agar tidak meniru Mahathir Mohamad. Karena ada hal yang sangat berbeda antara Amien Rais dan Mahathir.

“Pak Amien jangan mengacu pada Mahathir karena Mahathir pernah jadi PM (Perdana Menteri), sementara Amien Rais belum pernah berhasil,” kata Handri, kepada Republika.co.id, Selasa (12/6).

Menurut dia, kans Amien menang tidak besar bila memaksakan maju di pilpres. “Tapi kalau mau coba ya boleh aja, namanya juga negara demokrasi,” ungkapnya

Hendri menyarankan lebih baik Amien memberikan tabungan elektabilitasnya, dan mengarahkan parpol pendukungnya pada calon alternatif yang kuat serta memiliki visi bagus bagi bangsa ini. Misal Rizal Ramli atau Susi Pudjiastuti atau bahkan mungkin Abraham Samad.

"Cara ini akan lebih efektif dalam menghadapi elektabilitas Jokowi daripada Amien sendiri yang maju,” kata dia.

Amien Rais mengatakan siap maju di Pilpres 2018. Amien mengaku masih layak diusung menjadi capres dari partainya. Amien menyadari dirinya tidak muda lagi, tetapi kemenangan Mahathir Mohamad di Malaysia memberikan inspirasi. Mahathir menang pada pemilu Malaysia saat berusia 92 tahun, mengalahkan pejawat Najib Razak.

Peristiwa di Malaysia, kata mantan ketua MPR ini, bisa saja terjadi di Indonesia. "Kalau Mbah Amien Rais ini walaupun tua ya tidak apa-apa. Begitu Mahathir jadi (perdana menteri), saya jadi remaja lagi sekarang kan ya? Jadi, saya berterima kasih ke Pak Mahathir," kata Amien.

Pernyataan Amien Rais itu disampaikan selepas berbuka puasa di rumah dinas Ketua Umum MPR Zulkifli Hasan di Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (9/6) malam. Amien menyatakan dirinya masih layak untuk diusung menjadi capres dari partainya. Di satu sisi, Amien menyadari dia tidak lagi muda, tetapi kemenangan Mahathir Mohamad (92 tahun) di pemilu Malaysia menginspirasinya.

Saat ditanya wartawan tentang kesiapannya untuk maju menjadi capres, Amien menjawab manusia tidak pernah tahu tentang apa yang terjadi pada masa depan. Ia mengatakan, itu masih merupakan rahasia Ilahi.

"Karena itu manusia punya kewajiban untuk berjuang, bergerak membuat movement supaya cita-citanya tercapai," kata Amien.

Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Abdul Hakim menyambut baik keinginan Amien Rais untuk menjadi capres pada Pilpres 2019. "Bagus, demokrasi semakin semarak," ujar dia.

Dengan majunya Amien Rais, Hakim menerangkan, pilihan kepemimpinan bangsa pun makin berwarna. Selanjutnya, dia mengatakan, partai politik peserta pemilu dan rakyat yang menilai dan menentukan pilihannya.

"Beliau salah satu tokoh reformasi 1988. Selamat berjuang untuk Pak Amien, mulai dari internal PAN, perlu waktu dan kerja keras, tinggal 1,5 bulan lagi," ujar dia.

Ucapan Amien yang bersedia dicalonkan menjadi capres bukan sekadar wacana. Namun telah dibahas terlebih dahulu di internal partai.

"Iya sudah dibahas pada rakornas PAN sabtu siang 9 Juni 2018," ujar Wasekjen DPP PAN Bidang Hukum dan HAM, Surya Imam Wahyudi saat dikonfirmasi, Selasa (12/6).

Nantinya, kata Surya, PAN akan mendeklarasikan bahwa calon presiden PAN pada pemilihan presiden (pilpres) 2019 sebanyak empat orang. PAN menurutnya akan mendeklarasikan pasca-Lebaran nanti.

"PAN nantinya pada saat rakernas setelah lebaran akan mendeklarasikan empat capres dari kader utama PAN," ujar Surya.

Mengenai empat nama capres PAN tersebut yakni Ketua Umum (Ketum) PAN Zulkifli Hasan, mantan ketum PAN Hatta Radjasa dan beberapa menteri, mantan sekjen PAN Soetrisno Bachir, dan Amien Rais. Masuknya empat nama dari PAN ini mendapatkan respon positif dari Presiden PKS Sohibul Iman. Termasuk majunya Amien Rais yang beberapa waktu lalu telah menyatakan dirinya siap maju sebagai capres PAN.

"Menurut saya sih bagus, makin banyak calon makin bagus buat rakyat, enggak ada masalah, kita hormati hak siapa pun untuk mencalonkan," ujarnya.

PKS pun, kata dia, mengusungkan sembilan nama untuk pilpres 2019 mendatang. Maka PAN pun kata dia, bisa mengusulkan empat nama sebagai capres maupun cawapres.

"PKS saja punya sembilan capres/cawapres, bagusnya PAN mencalonkan minimal empat capres/cawapres: Amien Rais, Hatta Rajasa, Sutrisno Bahir, dan Zulkifli Hasan," katanya.

photo

Pendiri PAN Amien Rais, dua mantan Ketua Umum PAN Sutrisno Bachir dan Hatta Rajasa, Ketua Umum PAN Zulkifli serta Sekjen PAN Eddy Soeparno berfoto usai menggelar kegiatan buka puasa bersama di rumah dinas Zulkifli Hasan di Jakarta, Sabtu, (9/6).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES