Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Babak Baru Kehidupan Najib Razak dan Istri

Ahad 20 May 2018 04:33 WIB

Red: Elba Damhuri

 Polisi Malaysia menyita beberapa ratus tas dan lusinan koper berisi uang tunai, perhiasan dan barang berharga lainnya sebagai bagian dari investigasi korupsi dan pencucian uang mantan Perdana Menteri Najib Razak di Kuala Lumpur, Malaysia Jumat, (18/5).

Polisi Malaysia menyita beberapa ratus tas dan lusinan koper berisi uang tunai, perhiasan dan barang berharga lainnya sebagai bagian dari investigasi korupsi dan pencucian uang mantan Perdana Menteri Najib Razak di Kuala Lumpur, Malaysia Jumat, (18/5).

Foto: AP Photo
Najib akan diperiksa lembaga antikorupsi, sementara barang mewah istri disita.

REPUBLIKA.CO.ID  Oleh: Fira Nursya'bani

KUALA LUMPUR --- Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah dipanggil untuk memberikan kesaksian di hadapan lembaga antikorupsi Malaysia atau Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) pada Selasa (22/5) pekan depan. Pemanggilan ini merupakan bagian dari investigasi skandal korupsi dana negara 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) yang menjeratnya.

"Sejauh ini, dia telah diminta untuk muncul pada Selasa depan untuk memungkinkan kami mendengar pernyataannya yang berkaitan dengan SRC International,\" kata kantor berita pemerintah Bernama mengutip sumber MACC dalam laporan yang dikeluarkan Jumat (18/5) malam.

SRC International adalah anak perusahaan dari 1MDB sebelum ditempatkan langsung di bawah Kementerian Keuangan pada 2012. Najib saat itu masih menjabat sebagai perdana menteri dan menteri keuangan Malaysia. Uang ratusan juta dolar AS terkait dengan SRC International diduga telah hilang.

photo

Petugas kepolisian berkumpul di luar kediaman mantan PM Malaysia Najib Razak, Kamis (17/5). Polisi menggeledah rumah Najib selama enam jam mencari bukti pencucian uang.

Najib (64 tahun) secara tak terduga kalah dalam pemilihan umum Malaysia pada 9 Mei lalu. Popularitasnya menurun setelah ia dituduh terlibat dalam konspirasi besar penipuan dan pencucian uang miliaran dolar AS dari dana 1MDB yang membentang di seluruh dunia.

Ketika laporan semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir mengenai uang miliaran dolar AS yang diduga dijarah oleh Najib dari 1MDB tersebut, Pemerintah Malaysia segera menutup penyelidikan domestik terkait skandal itu. Pemerintah juga menangkap kritikus yang menyerukan penyelidikan penuh dan memberangus organisasi berita yang melaporkan skandal tersebut.

Namun, mantan perdana menteri Mahathir Mohamad yang berusia 92 tahun mengungkapkan rasa jijik atas skandal itu. Ia lantas memutuskan untuk berhenti dari masa pensiunnya dan memimpin koalisi Pakatan Harapan yang kemudian meraih kemenangan elektoral yang menakjubkan pada pemilu 9 Mei lalu. Mahathir telah bersumpah untuk sepenuhnya menyelidiki skandal 1MDB.

Selanjutnya, Najib dilarang meninggalkan Malaysia setelah pemilihan umum dilangsungkan. Polisi juga telah menyita sejumlah besar uang tunai, perhiasan, dan barang-barang mewah dari rumahnya dan tempat-tempat lain pekan lalu.

Protes

Saat ini menyusul penggeledahan dan penyitaan yang berlangsung di kediamannya, istri mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak, Datin Seri Rosmah Mansor, telah meminta polisi untuk berhenti membocorkan barang-barang mewahnya yang disita kepada media. Menurutnya, kebocoran itu telah menyebabkan pemberitaan luar biasa dari media.

"Kebocoran ini telah memicu fitnah yang ditargetkan terhadap keluarga kami untuk memprovokasi kemarahan publik," kata Rosmah melalui biro hukum Valen, Oh & Partners, seperti dilaporkan laman The Star.

Dia berharap, pihak berwenang yang sedang menyelidiki skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB) dapat menghormati aturan hukum dan proses hukum untuk menghindari persidangan umum yang prematur. "Meskipun saat-saat yang sangat melelahkan tengah menimpa kami, kami telah dan akan terus memfasilitasi dan memberikan permintaan apa pun," ungkap Rosmah.

"Namun, kami ingin memberikan perhatian tentang proses penyelidikan yang tampaknya terganggu. Serangkaian kebocoran berkaitan dengan penyelidikan telah muncul di media sosial secara real time. Pihak berwenang seharusnya tidak memberi 'makan' media sosial, tetapi menjunjung tinggi profesionalisme yang ketat setiap saat," tambahnya.

Investigator federal Malaysia tengah mencari properti yang terkait dengan Rosmah dan Najib sejak Rabu (16/5) lalu. Pencarian dilakukan di rumah pribadi pasangan itu di Taman Duta dan di dua unit kondominium mewah di Pavilion Residences, Kuala Lumpur.

Kediaman resmi Najib di Seri Perdana, Putrajaya, dan Kantor Perdana Menteri di Putra Perdana juga sedang diselidiki. Barang-barang yang disita termasuk beberapa truk dengan kotak-kotak berisi tas mewah Hermes, Chanel, dan Gucci, serta koper dengan uang tunai dalam berbagai jenis mata uang.

Media Star Online Malaysia melaporkan, total ada 284 kotak berisi barang-barang mewah yang disita dari tiga kondominium Najib. Operasi penggerebekan yang dilakukan sejak Kamis (17/5) ini adalah bagian dari penyelidikan berkelanjutan yang diperintahkan oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

Florence Looi dari Aljazirah yang melaporkan langsung dari Kuala Lumpur mengatakan, penggerebekan itu masih berlangsung hingga Jumat (18/5) di enam lokasi berbeda. Dia melaporkan, para penyelidik juga mencoba membuka kunci brankas milik Najib, yang menurut Najib tidak dapat dibuka karena kuncinya telah hilang.

Di salah satu properti, para penyelidik mengambil kotak-kotak berisi tas Hermes Birkin dan memasukkannya ke dalam lima truk polisi. Masing-masing harga tas Hermes tersebut mencapai puluhan ribu dolar AS. Polisi juga menyita sedikitnya 72 tas berisi perhiasan, jam tangan, serta uang tunai dari berbagai properti.

Aman Singh, seorang penyelidik polisi senior yang mengawasi penggerebekan itu, mengatakan, jumlah perhiasan yang disita agak besar. Menurut dia, para penyidik masih mencoba untuk menentukan jumlah total barang yang disita.

(Pengolah: endah hapsari)

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES