Wednesday, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 December 2018

Wednesday, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 December 2018

Berlanjutnya Serangan Terhadap Anggota Brimob

Sabtu 12 May 2018 05:07 WIB

Red: Elba Damhuri

Penjagaan ketat terlihat di depan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, serta dihiasi sejumlah karangan bunga yang dikirimkan dari pejabat negara, Jumat (11/5).

Penjagaan ketat terlihat di depan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, serta dihiasi sejumlah karangan bunga yang dikirimkan dari pejabat negara, Jumat (11/5).

Foto: Republika/Rahma Sulistya
Seorang anggota Brimob tewas ditusuk oleh pelaku yang kemudian ditembak mati.

REPUBLIKA.CO.ID  Oleh: Arif Satrio Nugroho, Ronggo Astungkoro

JAKARTA – Insiden kericuhan yang menyebabkan gugurnya lima petugas kepolisian di Rutan Salemba cabang Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, memicu kewaspadaan di satuan-satuan lain. Terlebih, selepas kejadian tersebut masih ada serangan yang dilancarkan terhadap petugas kepolisian.

"Pimpinan Polri sudah memerintahkan kepada seluruh jajaran agar meningkatkan pengamanan," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (11/5).

Setyo mengungkapkan, Polri juga bersikap waspada dengan memantau informasi intelijen yang berkembang. Hal ini merupakan antisipasi adanya penyerangan terhadap Polri setelah adanya beberapa penyerangan terhadap Polri belakangan ini.

"Kita memantau informasi yang berkembang bahwa memang ada arah arah ke sana. Maksudnya arah untuk melakukan penyerangan terhadap Polri," kata Setyo.

Sebelumnya, sejumlah narapidana terorisme di Rutan Mako Brimob memicu kerusuhan dan menyandera sejumlah petugas Detasemen Khusus Antiteror 88 serta petugas Polda Metro Jaya, Selasa (8/5). Akibat kejadian yang disebut karena selisih soal makanan titipan itu, sebanyak empat anggota Densus 88 dan satu petugas Polda Metro Jaya gugur dalam penyanderaan napi terorisme.

Satu napi terorisme juga tewas ditembak penjaga dalam kericuhan sebelum penyanderaan. Satu angota kepolisian disandera hingga Rabu (9/5) malam. Setelah bertahan selama 38 jam, para napi terorisme akhirnya menyerah pada Kamis (10/9) pagi.

Pada Kamis itu juga, empat terduga teroris yang menuju ke Mako Brimob dibekuk di Tambun. Satu di antara mereka ditembak dengan dalih mencoba melakukan perlawanan.

Pada Jumat (11/5) dini hari, seorang anggota Brimob, Bripka Marhum Frenje, gugur ditikam di sekitar Markas Korps Brimob, Kelapa Dua. Kejadian ini bermula ketika pada Jumat (11/5) pukul 02.29 WIB Bripka Frenje masih melakukan pengawasan di sekitar Mako Brimob. Frenje melihat orang tidak dikenal yang mengamati penjagaan Korps Brimob selama dua jam.

Frenje pun meminta bantuan dua rekannya, Briptu Rahmat Muin dan Briptu Gustri Uce. "Untuk mem-back up kegiatan meminta keterangan terhadap orang tidak dikenal tersebut," ujar Setyo.

Orang yang dicurigai tersebut diketahui bernama Tendi Sumarno alias TS (23 tahun). TS kemudian dibawa ke salah satu ruangan kantor untuk dimintai keterangan. Setyo menuturkan, petugas sempat melakukan penggeledahan di badan dan tas TS, tapi tidak ditemukan benda berbahaya apa pun.

Adapun, yang bersangkutan kemudian dibawa ke Korps Brimob dengan sepeda motor. Menjelang tiba di salah satu ruangan kantor TS tiba-tiba mengeluarkan pisau yang ia sembunyikan. TS mengejar Frenje dan menikam di bagian perut. Setelah itu, TS berbalik mengejar dan menyerang Gustri dengan pisau.

Namun, Gustri berhasil mengelak dan mengambil tindakan. Tak lama, TS kemudian tewas ditembak. "Setelah menjalani perawatan beberapa saat di rumah sakit, Bripka Marhum Frenje gugur," kata Setyo.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA