Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Tuesday, 10 Zulhijjah 1439 / 21 August 2018

Kunci Elektabilitas Prabowo Saingi Jokowi

Ahad 22 April 2018 10:04 WIB

Red: Elba Damhuri

Prabowo Subianto dan Jokowi.

Prabowo Subianto dan Jokowi.

Foto: AP
Dua survei teranyar, elektabilitas Prabowo masih 20-21 persen, jauh di bawah Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID  Oleh: Febrianto A Saputro, Gumanti Awaliyah

Pencapresan Prabowo Subianto dinilai belum final. Ketua Umum Gerindra itu masih menunggu saat yang tepat untuk menggelar deklarasi sambil memperkuat koalisi dalam menentukan cawapres.

Prabowo memang menghadapi persoalan elektabilitas yang belum beranjak dari angka 20-an persen. Survei Median menyatakan, Joko Widodo masih menjadi capres tertinggi elektabilitasnya dengan 36,2 persen. Prabowo berada di posisi kedua dan tetap menjadi penantang terkuat Jokowi dengan 20,4 persen.

Baca Juga: Prabowo Harus Punya Strategi Jitu Hadapi Jokowi

Survei Cyrus Network lebih dahsyat lagi di mana elektabilitas Jokowi mencapai 58,5 persen sementara Prabowo 21,8 persen. Hal ini yang dianggap banyak kalangan menjadi faktor penunda pencapresan Prabowo.

Pengamat politik dari Indo Barometer M Qodari berpendapat, Prabowo harus tepat menentukan partai koalisi untuk mendorong naiknya elektabilitas. Partai koalisi ini akan menentukan calon wakil presiden (cawapres) yang bisa dipilih oleh Prabowo untuk berkontestasi pada pemilihan presiden (pilpres) 2019.

"Saya kira kuncinya di koalisi. Prabowo dan Gerindra mau koalisi sama siapa. Termasuk soal wakil," ujar Qodari kepada Republika, Sabtu (21/4).

Prabowo bisa memilih calon wakil presiden dari tiga latar belakang, yakni kader PKS, kader PAN, dan bukan kader keduanya. Jika memilih kader PKS, Qodari menerangkan, Prabowo dapat memilih figur dari luar Jawa seperti Anies Matta.

Baca juga: Pengamat: Jokowi Bisa Pilih Cawapres dari Kepala Daerah

Apabila berkoalisi dengan PAN, Prabowo bisa menggandeng Zulkifli Hasan yang berasal dari luar Jawa. Namun, Prabowo juga bisa menggandeng Hanafi Rais apabila ingin menyasar generasi milenial.

Namun apabila Gerindra berkoalisi dengan PAN dan PKS, ia menilai akan lebih tepat memilih figur di luar partai, seperti Anies Baswedan. Menurut Qodari, ini menjadi jalan tengah untuk mempertemukan PKS dan PAN.

Prabowo sampai saat ini belum memutuskan siapa cawapres pendampingnya. Ia belum memberi jawaban pasti apakah cawapres yang akan mendampinginya nanti adalah kader PKS atau bukan. Dia hanya memastikan siapapun cawapres yang dipilihnya, itu semua untuk kepentingan bangsa.

Prabowo optimistis dirinya bisa melenggang pada kontestasi Pilpres 2019. Meskipun, hingga saat ini Prabowo belum mengantongi syarat Presiden Threshold 20 persen. "Insya Allah aman (bisa memenuhi syarat)," kata Prabowo.

Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei terbaru pada Senin (16/4). Di dalam survei yang telah mereka lakukan pada 24 Maret hingga 6 April 2018 lalu, mereka mencoba mengukur elektabilitas Prabowo Subianto dengan beberapa tokoh yang kemungkinan akan berpasangan dengan dirinya melalui beberapa skenario.

Baca juga: PR Berat Jokowi dan Oposisi

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Foto Udara Mina, Arafah dan Makkah

Selasa , 21 August 2018, 11:11 WIB