Rabu, 6 Syawwal 1439 / 20 Juni 2018

Rabu, 6 Syawwal 1439 / 20 Juni 2018

Kekuasaan Seumur Hidup untuk Xi Jinping

Selasa 13 Maret 2018 06:03 WIB

Red: Elba Damhuri

Donald Trump (kanan) bersama Xi Jinping (kiri)

Foto:
Cina tidak mengizinkan adanya oposisi politik dalam bentuk apa pun.

Pisau bermata dua

Dihapusnya batas masa jabatan Presiden Cina membuka peluang bagi Xi Jinping untuk memerintah negara seumur hidup. Batasan masa jabatan itu hilang setelah parlemen Cina menyetujui amendemen konstitusi terkait hal tersebut.

Dilakukannya amendemen terkait konstitusi yang dibentuk pada 1982 silam itu dinilai sebagai langkah mundur bagi Pemerintah Cina. Oposisi melihat hal tersebut akan membawa negara kembali pada masa pemberontakan layaknya era Mao Zedong.

Oposisi menegaskan, diloloskannya kebijakan itu akan membawa Cina pada sebuah bencana yang berpotensi membawa era baru turbulensi politik dan kediktatoran tunggal. Langkah itu pada akhirnya bisa menghancurkan negara beserta warganya.

"Saya tidak bisa berdiam diri, masih ada orang-orang yang menentang keputusan itu," kata oposisi dari Partai Liberal Cina Li Datong seperti dikutip the Guardian, Senin (12/3).

Li menentang keras hasil pemilihan yang telah rampung dilakukan itu. Dia mengatakan, lebih dari 2.000 anggota parlemen bertindak seperti boneka untuk membawa negara kembali ke era Mao Zedong.

Dia menegaskan, anggota parlemen tentu saja tidak akan berani mengadakan referendum terkait masalah tersebut. Mantan salah satu editor surat kabar lokal itu mengaku geram atas sikap yang ditunjukkan anggota kongres.

Pengamat politik Cary Huang juga mengemukakan pendapat serupa dengan Li Datong. Dia mengatakan, langkah yang diambil Xi Jinping untuk menjadi penguasa di Cina secara de facto merupakan keputusan paling kontroversial sepanjang sejarah modern negara.

"Sejarah telah menunjukkan bagaimana seorang diktator tidak pernah bisa mewujudkan ambisi mereka. Beberapa dikudeta, tidak sedikit juga yang dibunuh lawan politik," kata Cary Huang.

Kepemimpinan panjang Xi Jinping juga dinilai akan memberikan taruhan yang besar bagi dirinya sendiri. Hal itu akan membuat permusuhan baru di antara lawan politik menyusul akibat perbedaan pendapat yang ditekan. Huang mengatakan, kondisi itu berpotensi menempatkan Cina mengulangi tragedi pada masa Mao Zedong.

Meski demikian, tidak sedikit dukungan diberikan kepada Xi Jinping untuk menjabat sebagai presiden seumur hidup. Salah satu yang memberikan dukungan adalah delegasi dari Provinsi Hubei Yuan Weixia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Senegal Menang 2-1 Atas Polandia

Rabu , 20 Juni 2018, 00:22 WIB