Thursday, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Thursday, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Lima Ton Sampah Sumbat Bendung Katulampa

Senin 23 Jan 2012 13:22 WIB

Rep: Adi Wicaksono/ Red: Taufik Rachman

REPUBLIKA.CO.ID,BARANANGSIANG -- Jangan heran jika wilayah Jakarta selalu terancam banjir kiriman dari wilayah Bogor. Pasalnya, Bendung Katulampa yang merupakan pintu gerbang aliran air Sungai Ciliwung dipenuhi sampah. Volume sampahnya pun tak main-main yakni seberat lima ton atau mendekati luas lapangan basket.

Angka tersebut diketahui setelah sekitar 150 orang yang tergabung dalam komunitas Masyarakat Cinta Bogor (MCB) melakukan kegitan bersih-bersih di sekitar lokasi bendung, akhir pekan lalu. Mereka memunguti sampah-sampah yang menyumbat aliran sungai yang kerap membuat bajir wilayah yang dilintasinya itu. Kegiatan itu dilakukan dari hulu hingga ke hilir sepanjang kurang lebih satu kilometer.

Ketua MCB Bagus Karyanegara mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen masyarakat untuk menjaga lingkungan, khususnya dalam penanggulangan banjir. Menurutnya, setiap musim penghujan Bendung Katulampa selalu menjadi sorotan dan barometer kewaspadaan terhadap jumlah air yang mengalir ke wilayah Jakarta. '' Kami berharap dengan aksi kebersihan seperti ini kondisi sungai Ciliwung tetap bersih mulai dari hulu hingga hilir, sehingga arus air yang mengalir tetap lancar,'' kata dia.

Bagus yang juga menjabat Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Bogor menambahkan, sebenarnya aliran Sungai Ciliwung menyimpan potensi wisata yang menjanjikan. Ia memandang, aliran sungai yang deras dapat dimanfaatkan sebagai obyek wisata air seperti arung jeram. '' Jika dikelola dengan baik, Sungai Ciliwung sekitar Bendung Katulampa sangat bagus menjadi obyek wisata,'' ujar dia.

Senada dengan Bagus, Kepala Penjaga Bendungan Katulampa, Andi Sudirman juga pun melihat adanya potensi wisata di aliran Sungai Ciliwung. Namun, itu hanya bisa dilakukan ketika debit air dalam kondisi normal dan aman. "Dulu sebenarnya sudah pernah ada wisata arung jeram. Tapi karena kurang koordinasi, menghilang entah kemana. Mungkin perlu sebuah organisasi yang mengatur secara profesional,'' kata Andi.

Setelah dikumpulkan, gundukan sampah seberat lima ton tersebut kemudian dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) Galuga. Selain mengadakan gerakan kebersihan, MCB juga memperbaiki beberapa fasilitas MCK di sekitar Masjid Nurul Ihklas tidak jauh dari Bendung Katulampa. Kegiatan ini diharapkan mampu memicu komunitas-komunitas lain untuk melakukan hal serupa.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Festival Panen Kopi Gayo

Rabu , 21 Nov 2018, 20:55 WIB