Tuesday, 5 Rabiul Awwal 1440 / 13 November 2018

Tuesday, 5 Rabiul Awwal 1440 / 13 November 2018

Ini Upaya KLHK Tingkatkan Kesadaran Pemudik Terhadap Sampah

Sabtu 23 Jun 2018 16:41 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah

Tempat sampah

Tempat sampah

Foto: Antara
Mudik Asik tanpa Sampah Plastik mengantisipasi lonjakan sampah saat mudik.

REPUBLIKA.CO.ID, SUBANG -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menginisiasi program "Mudik Asik tanpa Sampah Plastik" bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Tujuan program "Mudik Asik tanpa Sampah Plastik" untuk mengantisipasi lonjakan sampah sepanjang arus mudik dan arus balik.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (Dirjen PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, "Mudik Asik tanpa Sampah Plastik" menekankan pada upaya mengubah opini dan kesadaran para pemudik serta masyarakat luas. Supaya mereka tetap berperilaku bijak dalam mengelola sampah, terutama dalam suasana kegembiraan merayakan Idul Fitri.

"Dalam melaksanakan mudik tanpa sampah, KLHK bekerja sama dengan berbagai pihak terkait telah mengimbau dan mengajak masyarakat khususnya pemudik untuk menerapkan mudik tanpa sampah dengan cara memakai peralatan makan dan minum yang dapat dipakai ulang," kata Vivien kepada Republika.co.id, Sabtu (23/6).

Ia menyampaikan, masyarakat khususnya pemudik diajak menghindari pemakaian wadah plastik sekali pakai seperti kantong plastik. Juga diajak membatasi mengonsumsi makanan dan minuman berkemasan plastik.

KLHK bekerja sama dengan PT Jasa Marga telah menyebarluaskan bahan kampanye dan edukasi publik berupa konten digital mudik tanpa sampah. KLHK juga bekerja sama dengan operator jalan Tol Cipali, PT Lintas Marga Sedaya untuk penanganan sampah di rest area.

"Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/ Kota di masing-masing daerah yang dilintasi jalur mudik juga ikut aktif bergerak menangani sampah," ujarnya.

Vivien menambahkan, program "Mudik Asik tanpa Sampah Plastik" ini akan ditindaklanjuti dengan program pengelolaan sampah di sepanjang jalan tol. Sistemnya berbasis pada pengelolaan sampah kawasan yang penanganannya berkolaborasi dengan pemerintah daerah, pengelola jalan tol dan pengelola rest area.

"Diharapkan ajang mudik tahun depan, model pengelolaan sampah tersebut sudah dapat diterapkan dan upaya pengurangan sampah plastik akan terus ditingkatkan seiring dengan perubahan perilaku masyarakat yang semakin bijak untuk mengurangi sampah plastiknya," jelasnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA