Selasa, 12 Rabiul Awwal 1440 / 20 November 2018

Selasa, 12 Rabiul Awwal 1440 / 20 November 2018

Harga Beras di Banyumas Terus Melonjak

Kamis 06 Mar 2014 17:21 WIB

Red: Julkifli Marbun

Beras

Beras

Foto: Republika/Adhi Wicaksono

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Harga beras IR-64 kualitas medium pada tingkat penggilingan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terus melonjak dan telah mencapai Rp8.500 per kilogram atau naik sebesar Rp500 dari pekan lalu sebesar Rp8.000/kg.

"Lonjakan harga tersebut terjadi akibat semakin merosotnya pasokan dari petani. Apalagi saat ini, belum memasuki masa panen," kata Sekretaris Asosiasi Perberasan Banyumas (APB), Faturrahman, di Purwokerto, Kamis.

Oleh karena itu, kata dia, perdagangan beras menjadi lesu karena barang semakin langka dan harganya tinggi.

Dengan demikian, lanjut dia, kondisi tersebut menyulitkan pedagang untuk mendapat keuntungan.

Kendati harga beras di tingkat penggilingan terus melonjak, harga beras di tingkat pengecer belum mengalami kenaikan.

Salah seorang pedagang beras di Pasar Wage, Purwokerto, Rohana (46), mengatakan bahwa harga beras IR-64 kualitas medium di tingkat pengecer masih bertahan pada kisaran Rp8.800--Rp8.900/kg.

"Saat kulakan dari pedagang besar pada pekan lalu, harganya masih Rp8.400/kg. Oleh karena itu, hingga sekarang saya masih jual beras dengan harga Rp8.800/kg," katanya.

Akan tetapi jika sekarang harga beras di tingkat penggilingan telah mencapai Rp8.500/kg, kata dia, harga di tingkat pedagang besar bisa mencapai kisaran Rp8.700--Rp8.800/kg.

Dengan demikian, lanjut dia, harga di tingkat pengecer dapat mencapai Rp9.200/kg.

"Saya mungkin akan menaikkan harga jual beras jika harga di tingkat pedagang beras telah naik. Saat ini saya masih pertahankan harga lama," katanya.

Sementara di Kabupaten Cilacap, harga beras di tingkat penggilingan belum mengalami kenaikan.

Salah seorang pemilik penggilingan padi di Desa Kalikudi, Kecamatan Adipala, Cilacap, Sunarman, mengatakan bahwa harga beras IR-64 kualitas medium di tingkat penggilingan saat ini masih berkisar Rp7.800--Rp8.000/kg.

"Hanya saja, saat ini masih sulit mendapatkan pasokan gabah dari petani karena belum memasuki masa panen. Kalaupun nanti sudah panen, produksinya diperkirakan menurun karena banyak yang terserang wereng," katanya.

Bahkan, kata dia, harga beras pada awal masa panen diperkirakan masih tetap bertahan tinggi.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES