Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Jangan Gunakan Air Sumur Keruh Akibat Debu Vulkanis

Selasa 18 Feb 2014 06:06 WIB

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Bilal Ramadhan

Pasokan air Yogyakarta dipastikan melewati penyairan sehingga aman dari cemaran abu Kelud.

Pasokan air Yogyakarta dipastikan melewati penyairan sehingga aman dari cemaran abu Kelud.

Foto: Nyoman Budhiana/Antara

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA-- Debu vulkanik letusan Gunung Kelud mengakibatkan air sumur galian menjadi keruh. Air sumur tersebut selama belum disterilisasi tak boleh digunakan terutama apabila untuk masak/konsumsi.

Hal itu dikemukakan Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan DIY Daryanto Chadorie, di ruang kerjanya, kemarin. Menurut dia, debu vulkanik secara umum mengandung  berbagai logam seperti Timbal, Tembaga, Krom, Seng, Mangan, Besi dan Silika.

Untuk menggumpalkan partikel-partikel debu vulkanik,  harus diberi air tawas. "Dengan demikian partikel-partikel tersebut ditarik oleh tawas dan menggumpal. Setelah itu diberi kaporit sebagai antiseptik. Sehingga air akan steril untuk digunakan," jelasnya.

Selain tawas Bagaimana cara mensterilkan air sumur galian yang keruh? Ambil tawas tiga sendok peres untuk satu meter kubik air. Bila air sumur lebih dari satu meter kubik air sumur, tentu tawasnya lebih dari tiga sendok peres. Masukkan tawas ke dalam sumur.

Setelah tawas dimasukkan ke dalam sumur sekitar 15-20 menit, ambil kaporit seperempat sendok untuk satu meter kubik air air sumur. Jumlah kaporit yang dimasukkan juga harus disesuaikan dengan banyaknya  air sumur.

Setelah tawas dan kaporit dimasukkan ke dalam sumur galian, air bisa langsung digunakan.
Lebih lanjut Daryanto mengemukakan selain tawas dan kaporit ada penjernih air lainnya yang disebut PAC (Poly Aluminum Chlorid). PAC ini  sudah mengandung tawas dan kaporit. PAC ini bisa didapatkan di apotek.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA