Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Kelud Meletus, Borobudur Ditutup Terpaulin

Jumat 14 Feb 2014 11:12 WIB

Red: Taufik Rachman

Borobudur Temple in Magelang, Central Java

Borobudur Temple in Magelang, Central Java

Foto: en.wikipedia.org

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Stupa Candi Borobudur ditutup dengan terpaulin untuk melindungi dari terpaan hujan abu Gunung Kelud (1.730 mdpl) yang melanda kawasan tersebut.

Kepala Balai Konservasi Borobudur, Marsis Sutopo di Magelang, Jumat, mengatakan sekitar pukul 05.00 WIB kawasan candi disterilkan dari wisatawan yang menyaksikan "sun rise" atau matahari terbit, kemudian petugas memasang "cover" di sejumah stupa.

Ia mengatakan, stupa yang ditutup terpaulin sebanyak 72 unit berupa stupa kecil dan satu buah stupa induk.

Selain stupa, katanya, terpaulin juga dipasang untuk menutupi lantai candi, yakni lantai tujuh hingga 10."Pemasangan 'cover' setiap stupa kecil membutuhkan waktu sekitar lima hingga 10 menit. Namun, karena banyak petugas yang memasang sehingga cepat selesai," tuturnya.

Ia mengatakan, pemasangan terpaulin harus dilakukan karena tidak tahu hujan abu kapan berhenti. Meskipun abu sudah menutupi batuan candi, paling tidak upaya ini untuk menahan abu yang belum sempat turun.

Ia menuturkan, kalau melihat ketebalan abu sekitar tiga hingga lima milimeter, berdasarkan pengalaman perlu waktu sekitar tujuh hingga 10 hari untuk proses pembersihan."Kami belum tahu kapan proses pembersihan bisa dilakukan, karena harus memastikan tidak ada hujan abu lagi," ucapnya.

Ia mengatakan, untuk sementara Candi Borobudur ditutup untuk umum mulai hari ini hingga nanti setelah selesai dibersihkan.Pada proses pemasangan cover ini kami melibatkan petugas dari Balai Konservasi Borobudur dan Taman Wisata Candi Borobudur. Untuk pemasangan ini tidak melibatkan masyarakat," ujarnya.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA