Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Soal UN Tertukar Terjadi di Yogyakarta

Kamis 18 Apr 2013 16:23 WIB

Rep: Yulianingsih/ Red: Citra Listya Rini

Distribusi soal ujian (ilustrasi)

Distribusi soal ujian (ilustrasi)

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Soal Ujian Nasional (UN) yang tertukar di beberapa daerah ternyata juga terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dua sekolah di Kabupaten Bantul, DIY, tertukar soalnya pada mata pelajaran Bahasa Inggris. 

Kelompok kelas IPA memperoleh soal yang diperuntukkan bagi IPS dan sebaliknya. Hal ini menyebabkan lembar jawaban UN (LJUN) di sekolah yang soalnya tertukar tersebut sulit terbaca komputer saat scanner dilakukan. 

"Kunci jawabannya tidak cocok sehingga sulit terbaca," kata Koordinator Pelaksanaan UN DIY Rochmat Wahab di Yogyakarta, Kamis (18/4).

Menurutnya, saat kejadian itu diketahui harusnya pengawas menukarkan soal ini, tapi ternyata tidak dilakukan. Karenanya pihaknya tengah menunggu jawaban Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendikbud) terkait kasus tersebut. Rochmat sendiri telah berkirim surat untuk meminta solusi atas kasus ini ke pihak Kementrian.

"Dalam hal ini jelas siswa tidak salah. Harusnya dilihat dulu pada bandel soal, apakah itu untuk siswa IPA atau IPS. Kalau sudah begini akan repot jadinya," ujar Rochmat.

Terkait evaluasi UN secara keseluruhan, menurut Rektor UNY ini, pelaksanaan UN tahun ini memang ada keterlambatan sehingga harus membuat 11 provinsi menunda pelaksanaan. Rochmat mengatakan hal tersebut bisa tidak terjadi jika pihak pusat secara berkala melakukan pengecekan perkembangan percetakan soal.

Di DIY, Rochmat mengungkapkan juga ditemukan LJUN untuk soal Braile yang belum ada. Terkait hal ini pihaknya akan segera memanggil pihak sekolah yang memiliki siswa tuna netra untuk sama-sama menyaksikan pemindahan jawaban siswa dari kertas HVS ke LJUN sebelum dipindai. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA