Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Ini Alasan KRD Bumi Geulis Rusak

Rabu 23 Jan 2013 15:31 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: M Irwan Ariefyanto

KRD Bumi Geulis

KRD Bumi Geulis

Foto: semboyan35.com

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR -- Kereta Rel Diesel (KRD) Bumi Geulis jurusan Stasiun Bogor-Sukabumi masih belum dapat dioperasikan hingga saat ini, Rabu  (23/1). Pasalnya, KRD satu-satunya tujuan Sukabumi ini mengalami kerusakan yang cukup berat sehingga tidak dapat dioperasikan sejak 18 Desember 2012.

Hery Sujanto, Kepala Stasiun Bojong Gede yang sebelumnya merupakan Kepala Stasiun Cibadak, Sukabumi mengatakan KRD telah melewatkan 15 kali perawatan mesin. ''Sekitar satu bulan tidak melakukan perawatan,'' kata Hery ketika ditemui ROL.

Ia menjelaskan, seharusnya setiap kereta melakukan perawatan mesin dua hari sekali di Depo Tanah Abang. Namun, longsor di Cilebut beberapa waktu lalu menyebabkan jalur tak dapat dilalui sehingga KRD Bumi Geulis tidak dapat menuju Depo Tanah Abang.

Sementara, pengoperasian rangkaian KRD Bumi Geulis saat itu tetap normal dilakukan mengangkut penumpang hingga Sukabumi. Hingga akhirnya, mesin KRD tidak dapat berjalan normal dan rusak.

KRD Bumi Geulis, normalnya melakukan perjalanan dari Stasiun Sukabumi pada pukul 05.00 WIB menuju Stasiun Bogor. Kemudian melakukan perjalanan dari Stasiun Bogor pada pukul 17.00 WIB.

Wakil Kepala Stasiun Bogor, Enjang Budiman, mengatakan, pada hari kerja, Senin hingga Kamis, penumpang dari Stasiun Bogor berkisar antara 300 hingga 400 orang. Sementara Jumat hingga Minggu jumlah penumpang meningkat menjadi 800 hingga 1.200 orang.

KRD Bumi Geulis adalah satu-satunya transportasi massal yang mempunyai jarak tempuh lebih singkat untuk mencapai Sukabumi. ''Dibandingkan dengan menggunakan mobil atau bis, bisa lebih cepat satu jam hingga dua jam, karena cepat dan tanpa hambatan,'' kata Hery.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA