Senin, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Senin, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Jalur Puncak Ditutup, Pedagang Terompet Rugi Puluhan Juta

Selasa 01 Jan 2013 02:53 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Perajian terompet. (ilustrasi)

Perajian terompet. (ilustrasi)

Foto: Antara/Lucky.R

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Sepinya jalur Puncak-Cianjur, Jabar, akibat penutupan jalur menuju Puncak dari arah Cianjur-Bogor, membuat ratusan pedagang terompet diperkirakan merugi hingga puluhan juta rupiah.

"Selain jalur ditutup sejak sore, ditambah hujan yang turun sejak sore hingga malam, membuat jalur Puncak tidak ramai dan kami merugi. Hingga malam pergantian tahun, kami hanya bisa menjual 28 terompet," keluh Iman (25) salah seorang penjual terompet di wilayah Puncak.

Dia menuturkan, dibandingkan tahun lalu, penurunan penjualan mencapai 50 persen. Sehingga terompet yang tidak terjual, rencananya akan dikembalikan pada tengkulak.

"Tentunya hasil penjualan akan dipotong dengan barang yang kami kembalikan. Paling besar uang yang kami dapatkan hanya Rp 100 sampai Rp 150 ribu, selama 3 hari ini," tandasnya.

Hal yang sama terucap dari Wawan (32) pedagang terompet di Jalan Pangeran Hidayatulah, Cianjur. Meskipun masyarakat menyemut di wilayah tersebut, tidak berdampak terhadap penjualan terompet.

Bahkan menjelang detik-detik pergantian tahun, tambah dia, puluhan pedagang terompet di wilayah tersebut, hanya bisa menjual 15-20 terompet. Dia menduga menurunya penjualan akibat persaingan dengan terompet impor yang banyak dibawa warga.

"Penjualan menurun kami rasa kareka banyak warga yang membawa terompet sendiri yang dijajakan di toko-toko. Tentunya itu terompet impor yang harga cukup terjangkau dan memiliki suara cukup keras, cukup dipencet karena mengunakan gas," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA