Thursday, 5 Zulhijjah 1439 / 16 August 2018

Thursday, 5 Zulhijjah 1439 / 16 August 2018

'Aceng Harus Dimundurkan, Bukan Diharapkan Mundur'

Jumat 07 December 2012 15:06 WIB

Red: Hazliansyah

Bupati Garut, Aceng HM Fikri (tengah)

Bupati Garut, Aceng HM Fikri (tengah)

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- DPRD Garut diminta untuk memberhentikan Bupati Garut, Aceng HM Fikri.

Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Robert Endi Jaweng mengatakan, Bupati Garut Aceng HM Fikri tidak bisa diharapkan untuk mundur, tetapi harus dimundurkan.

"DPRD harus memundurkan Aceng dan memaksa dia untuk meminta maaf kepada publik atas pelanggaran moral yang dia lakukan," kata Robert Endi Jaweng di Jakarta, Jumat.

Hal itu dikatannya saat menjadi salah satu pembicara dalam talkshow DPD Perspektif Indonesia "Bila Pejabat Publik Melanggar Hukum dan Etika" di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dia mengatakan, wilayah privat dalam ranah etika dan wilayah perdata dalam ranah publik tidak berlaku dalam politik. Menurut dia, yang terpenting dalam politik adalah legitimasi.

"Legitimasi sosial dalam politik sangat penting. Kalau hanya sekedar mengikuti prosedural dalam pemunduran Aceng, maka akan memakan waktu lama," tuturnya.

Menurut dia, bila hak menyatakan pendapat dilakukan dengan prosedur yang berlaku, paling cepat 30 hari baru Aceng bisa dimundurkan. "Itu pun kalau Mahkamah Agung (MA) bisa cepat merespon meskipun dalam undang-undang sudah ada batas waktu kapan sebuah kasus harus diproses," katanya.

Menurut dia, kasus di Garut itu hanya merupakan puncak gunung es dari permasalahan yang membelit kepala daerah. Dia mengatakan masih banyak pelanggaran yang dilakukan kepala daerah mulai dari pemalsuan surat-surat, narkoba hingga korupsi.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES