Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Anies Tegaskan Jakarta Selain Tanah Abang Aman

Rabu 22 Mei 2019 16:59 WIB

Red: Indira Rezkisari

Sejumlah massa aksi saat menggelar unjuk rasa di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (22/5).

Sejumlah massa aksi saat menggelar unjuk rasa di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (22/5).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Anies mengimbau masyarakat menghindari kawasan Tanah Abang dan sekitarnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan wilayah DKI Jakarta selain kawasan Tanah Abang dan sekitarnya masih dalam keadaan aman dan kondusif. Masyarakt di luar Tanah Abang dan sekitarnya diminta beraktivitas seperti biasanya.

"Karena itu, silahkan masyarakat di kawasan selain Tanah Abang beraktivitas normal seperti biasanya," kata Anies saat meninjau lokasi terbakarnya dua bus Brimob di Jalan Brigjen Katamso, Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (22/5).

Anies mengimbau agar masyarakat untuk menghindari kawasan Tanah Abang dan sekitarnya. Ia menilai suasana di sana belum kondusif setelah terjadi kerusuhan massa di sejumlah titik.

"Saya telah bertemu dengan Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya untuk membahas penanganan kerusuhan di sejumlah titik," kata ia. Menurut Anies, penanganan kerusuhan di sejumlah titik tersebut akan dilakukan terus sampai dipastikan tertib dan aman.

Sebelumnya, kerusuhan terjadi di sejumlah titik di Tanah Abang dan Petamburan. Kerusuhan menyebabkan sebagian besar pedagang pakaian di pasar Jatinegara memilih untuk tutup lebih awal terkait aksi massa di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada hari ini.

"Sebagian besar pedagang di sini milih tutup karena takut akses jalan ditutup," ujar seorang pedagang bernama Aries. Hal serupa disampaikan oleh petugas keamanan pasar bernama Suparman yang mengatakan bahwa sebagian besar pedagang memilih tutup lebih awal karena khawatir akses jalan pulang mereka ditutup, karena adanya aksi massa di Bawaslu.

"Biasanya para pedagang di sini kalau hari biasa tutupnya jam 17.00 atau 18.00, tapi hari ini terpaksa tutup lebih awal yakni jam 14.00," kata Suparman.

Berdasarkan pantauan di lapangan, situasi di pasar Jatinegara dan sekitarnya sangat aman dan kondusif. Namun situasi yang aman tersebut, menurut beberapa pedagang tidak diimbangi dengan ramainya pembeli di pasar Jatinegara.

Situasi pasar Jatinegara hanya ramai di area luar dan terdapat beberapa toko yang buka di lantai dasar. Sedangkan toko-toko di lantai 1 hingga 3 pasar tersebut justru sebagian besar tutup dan tidak terlihat adanya aktivitas.

"Saya biasanya per hari bisa membawa pulang penghasilan sampai dengan Rp 3 juta, kalau hari ini tidak sampai angka segitu," ujar pedagang pakaian bernama Ari.

Ari memandang kemungkinan aksi massa di Bawaslu berpengaruh pada pembeli yang enggan datang ke pasar pada hari ini. Pendapat yang sama juga diutarakan oleh pedagang pakaian bernama Iwan yang mengakui aksi massa pada hari ini kemungkinan membuat lapaknya sepi. "Hari ini sepi (pembeli), biasanya tidak seperti ini," katanya.

Suasana jalan di sekitar pasar Jatinegara pun terlihat lebih lancar dibandingkan biasanya. Kondisi tersebut diakui oleh seorang driver ojek daring bernama Ibrahim. Sejak pagi jalanan di sekitar pasar sangat lancar bahkan tidak terjadi kemacetan seperti hari-hari biasa.

"Mungkin mereka (masyarakat) sudah ketakutan duluan jadinya banyak yang tidak masuk kerja hari ini. Padahal aksi massa kan hanya terkonsentrasi di titik-titik tertentu saja," tutur Ibrahim.




Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA