Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kota Tua Aman Dikunjungi Wisatawan

Rabu 22 Mei 2019 23:23 WIB

Red: Ratna Puspita

Wisatawan menikmati kawasan Kota Tua, Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Wisatawan menikmati kawasan Kota Tua, Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Ricuh yang terjadi di Bawaslu berdampak signifikan pada penurunan jumlah wisatawan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Unit Pelaksana Kerja (UPK) Kota Tua Jakarta, Norviadi S Husodo, pastikan lokasi wisata Kota Tua aman dikunjungi wisatawan meski ricuh unjukrasa di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI masih berlangsung. Soal pengamanan, Kota Tua mendapat dukungan keamanan 50 personel TNI dan 100 personel Polri khusus di area Taman Fatahillah.

Baca Juga

"Iya (aman). Kalau di area Taman Fatahillah bisa dikatakan cukup kondusif, karena malam hari masih ada yang datang ke sana, teman komunitas juga beraktivitas," ujar Norviadi di Jakarta, Rabu (22/5).

Sementara itu, di area sekitar Glodok hingga Kota Tua telah diterapkan penebalan personel keamanan sebanyak 1.100 personel untuk membatasi pendemo melewati wilayah Kota Tua. "Yang mau masuk ke Taman Fatahillah juga sudah ada pengamanan," ujar dia menambahkan.

Antisipasi pengamanan tersebut juga ditujukan untuk melindungi beberapa cagar budaya dari kerusakan yang bernilai besar apabila pendemo memasuki kawasan tersebut. Di sisi lain, Norviadi mengatakan ricuh yang terjadi di Bawaslu berdampak signifikan pada penurunan jumlah wisatawan mulai Senin (20/5).

Pada hari-hari biasa pengunjung museum sejarah bisa mencapai ratusan bahkan ribuan. Namun selama ricuh terjadi di Bawaslu RI, pengunjung hanya sekitar puluhan orang saja. "Penurunannya cukup drastis. Mungkin masyarakat sudah antisipasi untuk lebih baik tidak keluar rumah demi kepentingan keselamatan diri," pungkasnya.

Pantauan pada Rabu, kawasan Kota Tua terlihat cukup lengang dan tidak banyak lampu terang menyala. Tidak banyak aktifitas di dalamnya seperti dari komunitas sepeda onthel, humanoid, dan komunitas perupa.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA