Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Seorang Petugas KPPS di Kota Bekasi Meninggal Dunia di RS

Rabu 24 Apr 2019 03:39 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Nur Aini

Petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) mengangkut kotak suara yang berisi surat suara hasil Pemilu Serentak 2019 untuk dilakukan rekapitulasi surat suara di tingkat Kecamatan di GOR Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2019).

Petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) mengangkut kotak suara yang berisi surat suara hasil Pemilu Serentak 2019 untuk dilakukan rekapitulasi surat suara di tingkat Kecamatan di GOR Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2019).

Foto: Antara/Nova Wahyudi
Petugas KPPS di Kota Bekasi yang meninggal menjadi tiga orang.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 126 di Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, bernama Sudirdjo (66 tahun) meninggal dunia.

Sudirdjo meninggal dunia ketika sedang dirawat di Rumah Sakit Sentosa Bekasi pada Selasa (23/4) siang. "Sejak senin sudah mengeluh sesak nafas, akhirnya keluarga membawa beliau ke Rumah Sakit Sentosa, di sana sudah mendapat penanganan dokter, tapi satu hari berselang beliau meninggal dunia," kata salah satu anggota KPPS 126, Iman Kuswari (66 tahun), Selasa malam (24/4).

Baca Juga

Ia meyakini, rekan kerjanya itu mengalami sesak nafas akibat kelelahan dan tidak cukup beristirahat ketika menjalankan tugas di TPS 126. "Pas satu hari sebelum pencoblosan itu kami sampai jam 1 malam di TPS, persiapan sarana dan prasarana sampai selesai," ujarnya.

Sedangkan pada saat hari pencoblosan, kata dia, seluruh anggota harus begadang hingga pagi hari karena perhitungan suara di TPS 126 baru rampung pukul 09.00 WIB, Kamis (18/4).

"Pas malam penghitungan suara beliau sudah mengeluh sesak nafas, tapi tetep masih ikut bertugas sampai pagi. Kelelahan bertugas dari pagi ketemu pagi. Beliau bertugas merekap data C-1 yang akan diserahkan ke PKK," kata dia.

Jenazah Sudirdjo saat ini sudah berada di rumah duka di Jalan Panaitan 2, Perumnas III, RT04, RW15, Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di kampung halamannya di daerah Cibadang, Sukabumi, Jawa Barat diberangkatkan hari ini sekitar pukul 20.00 WIB.

Sebelumnya, sudah terdapat dua orang penyelenggara pemilu yang meninggal dunia di Kota Bekasi. Keduanya juga meninggal karena faktor kelelahan menyelesaikan tugas negara sekali lima tahun itu.

Pada 19 April 2019, Fransiskus Asis Ismantara (52 tahun) meninggal dunia usai kelelahan menyelesaikan proses penghitungan suara hingga Kamis (18/4) dini hari. Ia memaksakan diri untuk tidak beristirahat demi memastikan proses perhitungan suara TPS 031 di Kelurahan Bojong Rawalumbu, Rawalumbu, selesai. Akibatnya, jantung Ismantara mengalami gagal berfungsi dan ia pun meninggal dunia. 

Pada 18 April 2019, Ahmad Selahudin (42 tahun) meninggal dunia bertabrakan dengan truk karena gagal mengendalikan sepeda motornya di Jalan Raya Pekayon, Bekasi Selatan. Ketua KPPS 081 Kelurahan Kranji, Bekasi Barat, itu memaksakan diri berkendara ketika hendak mengantarkan sang anak yang akan melaksanakan ujian pada Kamis pagi. Padahal Salahudin belum tidur sama sekali sejak pagi pencoblosan dimulai hingga rekap C-1 diantarkan pada Kamis subuh. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA