Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Anies: Tarif MRT Sudah Disepakati, Tunggu Diketok DPRD

Ahad 24 Mar 2019 10:50 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Nidia Zuraya

Warga menggunakan MRT (Mass Rapid Transit) pada hari terakhir uji coba publik pengoperasian fase I koridor Lebak Bulus - Bundaran HI di Jakarta, Sabtu (23/3/2019).

Warga menggunakan MRT (Mass Rapid Transit) pada hari terakhir uji coba publik pengoperasian fase I koridor Lebak Bulus - Bundaran HI di Jakarta, Sabtu (23/3/2019).

Foto: Antara/Fanny Octavianus
Penumpang akan membayar ongkos MRT sesuai jumlah stasiun yang dilaluinya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengaku telah mengantongi tarif MRT Jakarta yang telah disepakati. Kendati demikian, ia menunggu DPRD DKI Jakarta melaksanakan rapat pimpinan gabungan yang menetapkan tarif MRT pada Senin (25/3).

"Kesepakatannya sudah, nanti diketoknya hari Senin. Adabnya, etikanya ya diumumkan sesudah ditetapkan. Jadi saya ada tabelnya (tarif MRT) di kantong saya sekarang," ujar Anies usai peresmian MRT Jakarta fase I di Bundaran HI, Ahad (24/3).

Ia menjelaskan, tarif MRT bukan tarif flat, jadi penumpang akan membayar ongkos sesuai jumlah stasiun yang dilaluinya. Anies mencontohkan, penumpang yang naik dari Stasiun Fatmawati dan turun di Stasiun Bundaran HI berbeda dengan yang turun di Stasiun Setiabudi.

Sehingga, lanjut dia, jika ditotal dari perjalanan penumpang, tarif MRT ada yang dibawah Rp 10 ribu bahkan di atas Rp 10 ribu. "Tergantung Anda dari mana mau ke mana. Jadi ini bagian dari kebiasaan baru. Kita kebiasaannya tarifnya flat. Kalau (MRT) ini tarifnya berdasarkan stasiun," kata Anies.

Sebelumnya, Anies mengatakan, secara umum rata-rata tarif yang diajukan ke DPRD DKI sekitar kurang lebih Rp 1.000 rupiah per kilometer. Penumpang yang keluar di stasiun berbeda, besaran tarifnya pun akan berbeda. Menurut dia, penetapan tarif mempertimbangkan ability to pay (ATP) dan wilingness to pay (WTP).

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA