Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Manajemen MRT Jakarta Usut Pelaku Vandalisme Kereta

Jumat 21 Sep 2018 21:07 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Gerbong MRT yang berada di depo Lebakbulus, Jakarta,  dicorat- coret orang tidak dikenal.

Gerbong MRT yang berada di depo Lebakbulus, Jakarta, dicorat- coret orang tidak dikenal.

Foto: dok. Humas MRT
Coretan graffiti yang merusak salah satu bagian kereta MRT nomor tiga di rangkaian 8.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manajemen Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sedang mengusut pelaku vandalisme dengan mencoret-coret gerbong kereta yang belum beroperasi di Depo Lebak Bulus. Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Tubagus Hikmatullah di Jakarta, Jumat mengatakan, pihaknya sedang mengusut pelaku bersama kepolisan setempat.

"Masih dalam investigasi. Kami juga melibatkan kepolisian dari Polsek Cilandak dan sudah melakukan penyelidikan di tempat kejadian," ujar Tubagus.

Coretan graffiti yang merusak salah satu bagian kereta MRT nomor tiga di rangkaian kereta kedelapan ditemukan petugas keamanan dari tim kontraktor pada pukul 07.30 WIB saat sedang melakukan patroli. Meski keamanan yang cukup ketat, serta wajib menggunakan atribut keselamatan untuk memasuki Depo MRT Jakarta Lebak Bulus, pelaku berhasil membobol keamanan di lokasi tersebut.

"Mereka (pelaku) ada kemungkinan melompat. Kita tidak tahu siapa, yang penting kita sekarang masih memastikan," lanjut dia.

Tubagus menambahkan, PT MRT Jakarta telah meningkatkan kembali keamanan di sekitar Depo Lebak Bulus dengan menambahkan jumlah personel keamanan. Juga dilakukan pemasangan kamera CCTV, dan meninggikan pagar Depo yang dekat dengan kawasan publik.

Graffiti tersebut hingga kini, menurut Tubagus masih ada pada gerbong kereta untuk penyelidikan lebih lanjut. Mengingat, belum lama ini kereta KRL juga mengalami hal yang sama.

"Belum lama ini KCI (pengelola KRL) juga kena. Kami tidak tahu apakah ini ada hubungannya. Barangkali ada polanya, simbol-simbol graffiti tersebut yang bisa jadi petunjuk untuk identifikasi kelompok siapa saja yang melakukannya," ujarnya. 

 

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA