Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

H-6 Lebaran, Jalan Protokol Jakarta Lengang

Kamis 30 May 2019 11:10 WIB

Red: Christiyaningsih

Suasana jalan Sudirman-Thamrin terlihat lengang di Jakarta. Ilustrasi.

Suasana jalan Sudirman-Thamrin terlihat lengang di Jakarta. Ilustrasi.

Foto: Antara/Muhammad Adimadja
Pada pagi hari lalu lintas di jalan utama seperti di Sudirman-Thamrin nampak lengang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kondisi lalu lintas sejumlah jalan raya protokol di DKI Jakarta pada H-6 Lebaran 2019 terpantau sepi. Hari ini (30/5), yang juga bertepatan dengan hari libur Kenaikan Isa Al Masih, jalanan lengang dibandingkan dengan hari-hari biasanya.

Berdasarkan pantauan di Jakarta pada pagi hari, lalu lintas di jalan utama seperti di Sudirman-Thamrin, Gatot Subroto, dan S. Parman nampak lengang.

Perjalanan dari Ciputat, Tangerang Selatan, menuju Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, bahkan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit. Padahal biasanya jarak tersebut ditempuh hingga lebih dari satu jam.

Terkait dengan kondisi jalan arus mudik, sebelumnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) optimistis kondisi jalan nasional dalam keadaan baik dan siap dilalui pemudik di berbagai daerah. "Kita lebih banyak mengandalkan jalan nasional karena strukturnya sudah terbentuk," kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Endra Saleh Atmawidjaja.

Endra mencontohkan di Pulau Jawa terdapat jalan hampir sepanjang lima ribu kilometer dengan kemantapan rata-rata mencapai 93 persen. Sedangkan untuk keadaan di Pulau Sumatera, jalan nasional memiliki panjang hampir tujuh ribu kilometer dengan kemantapan rata-rata 88 persen.

"Jalan nasional merupakan backbone (tulang punggung) transportasi darat karena struktur dan jaringannya sudah relatif lengkap," katanya.

Ia memaparkan kemantapan jalan adalah roughness index kerataan jalan di mana dalam setiap satu kilometer terdapat berapa titik jalan yang tidak rata. Jalan mantap artinya jalan tersebut tidak memiliki lubang. Kendaraan bisa melaju dengan kecepatan 60 kilometer per jam tanpa risiko terjadi kecelakaan ataupun gangguan konstruksi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA