Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Polisi: Ledakan di Mal Taman Anggrek Berasal dari Pipa Gas

Rabu 20 Feb 2019 14:08 WIB

Rep: Antara, Mabruroh/ Red: Andri Saubani

Suasana kerusakan akibat ledakan yang terlihat dari luar Mal Taman Anggrek, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Suasana kerusakan akibat ledakan yang terlihat dari luar Mal Taman Anggrek, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Ledakan terjadi di area food court lantai 4 Mal Taman Anggrek.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepolisian Sektor Tanjung Duren, Jakarta Barat, mengatakan sumber ledakan yang terjadi di lantai 4 Mal Taman Anggrek diduga berasal dari pipa gas yang terhubung ke food court. Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren AKP Resna Aktadivia mengatakan polisi telah berjaga di mal tersebut, dan telah datang Tim Puslabfor.

"(Ledakan) Diduga dari tabung gas tapi belum bisa dipastikan karena masih menunggu hasil (penyelidikan)," kata kata Resna, Rabu (20/2).

Sebelumnya, media sosial sempat dihebohkan oleh kabar ledakan di Mal Taman Anggrek serta beredarnya foto dan video yang memperlihatkan dinding mal yang rusak serta sejumlah jendela mal yang kacanya pecah. Kabar viral tersebut dibenarkan oleh pihak manajemen Mal Taman Anggrek lewat sebuah rilis pers yang menyampaikan bahwa ledakan yang terjadi di area gerai makanan (food court) sekitar pukul 10.30 WIB.

"Kami telah memanggil Puslabfor dari Polri untuk mencari penyebab ledakan," kata Resna, menambahkan.

Dugaan sementara kata dia, ledakan terjadi dari saluran pipa gas. Sistem memasak di  Mal Taman Anggrek laiknya sistem di luar negeri dengan berpusat pada gas besar.  "Jadi sudah seperti di luar negeri, (gas) tersentral terpusat, gas besarnya itu ada di bawah lalu dipompa ke atas ke food court," kata Resna.

Polisi lanjutnya, telah memasang police line di sekitar lokasi kejadian. Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian.

"Sudah ada enam saksi yang kami minta keterangannya," kata dia.

Enam orang saksi ini terangnya, bukan korban. Karena enam orang korban yang merupakan pegawai food court masih menjalani perawatan karena luka yang dialami mereka.

"Kalau korban yang luka belum bisa dimintai keterangan masih dilakukan pemeriksaan," terangnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA