Wednesday, 17 Ramadhan 1440 / 22 May 2019

Wednesday, 17 Ramadhan 1440 / 22 May 2019

Anies: DBD Jadi Ancaman Serius di DKI Jakarta

Kamis 24 Jan 2019 02:07 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Esthi Maharani

Petugas kesehatan memberikan penanganan medis kepada pasien penderita Demam Berdarah Dengue (DBD)

Petugas kesehatan memberikan penanganan medis kepada pasien penderita Demam Berdarah Dengue (DBD)

Foto: Antara/Prasetia Fauzani
Telah terdata ada sebanyak 379 kasus DBD di DKI Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pesatnya peningkatan jumlah kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di DKI Jakarta menjadi perhatian Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Menurutnya, pada Januari ini, telah terdata ada sebanyak 379 kasus DBD di DKI Jakarta.

“Soal DBD ini harus menjadi perhatian amat serius. Jadi kita mengalami situasi di mana kasus-kasus demam berdarah itu paling tidak awal tahun ini meningkat pesat di sekeliling Ibu Kota dan juga Ibu Kota,” kata Anies di Gedung Teknis Abdul Muis, Jakarta Pusat, Rabu (23/1).

Menurut data yang tercatat dan tersampaikan kepada dia, pada Januari 2017 lalu, ada sebanyak 665 kasus DBD di DKI Jakarta. Sementara, pada Januari 2018, kasus DBD di DKI Jakarta tercatat 198 kasus. Sementara pada Januari 2019 ini, kasus telah mencapai 379.

“Jadi demam berdarah ini menjadi sebuah ancaman yang serius,” kata Anies.

Menurutnya, angka itu merupakan angka yang mengkhawatirkan di pertengahan Januari. Sementara, perbandingannya dengan Januari 2018 lalu, angka itu terlampau jauh lebih banyak dari pada saat itu, meskipun belum mencapai 600 kasus.

“Tapi ini warning dan sudah sejak beberapa hari yang lalu dilakukan koordinasi dengan  Kementerian Kesehatan,” kata Anies.

Sebab, menurutnya, Kementerian Kesehatan pun menemukan indikasi pada 2019 ini mungkn akan ada peningkatan jumlah kasus DBD.

Pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran kesehatan, termasuk melalui kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk melakukan pengendalian vektor untuk mengendalikan jumlah kasus DBD. Pengaplikasiannya, adalah dengan melakukan pengasapan dan pengecekan semua tempat-tempat yang berpotensi tumbuhnya jentik-jentik nyamuk aedes aegypti.

“Kemudian juga kita meminta kepada seluruh warga untuk mengecek di rumah masing-masing. Bila anda menyaksikan ada genangan itu dibersihkan,” jelas dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA