Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Material Vulkanis di Kepulauan Seribu Mengarah ke Jakarta

Sabtu 29 Dec 2018 07:13 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Endro Yuwanto

Aktivitas Gunung Anak Krakatau saat erupsi terlihat dari KRI Torani 860 di Perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, Jumat (28/12).

Aktivitas Gunung Anak Krakatau saat erupsi terlihat dari KRI Torani 860 di Perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, Jumat (28/12).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sampel material vulkanis akan diteliti untuk mengetahui dampak pada ekosistem laut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Material vulkanis erupsi Anak Gunung Krakatau, yang sebelumnya ada di Kepulauan Seribu Utara, pada Jumat (28/12) sore, mulai memasuki perairan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan.

Lurah Pulau Tidung Cecep Suryadi mengatakan, tumpukan kerikil vulkanis bercampur sampah kayu dan plastik terlihat di beberapa titik, seperti di dermaga utama Pulau Tidung, di area pantai depan kantor kelurahan, dan di area pantai selatan RPTRA Tidung Ceria.

"Sekitar 20 orang Tim PJLP pesisir pantai dari Sudin Lingkungan Hidup dan PPSU sudah mulai bergerak membersihkan kerikil vulkanik," ujar Cecep, Jumat (28/12).

Pada Sabtu (29/12) pagi, Cecep mengatakan, petugas kebersihan akan kembali menjaring kerikil dan material lain jika masih terlihat di pantai. Selain itu, pihaknya juga akan mengambil sampel material vulkanis untuk diteliti. "Sore-sore begitu ada kiriman material vulkanik langsung kami ambil sampel dan kirimkan ke kabupaten untuk diteliti," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad mengatakan, sampel yang dikirimkan pihak kelurahan pagi ini akan dikirimkan ke Kementerian ESDM RI untuk diteliti lebih lanjut. "Kami sudah bersurat ke kementerian dan minta diteliti lebih lanjut. Mudah-mudahan tidak berdampak terhadap ekosistem laut," ujarnya berharap.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA