Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

85 Ribu Kendaraan Diprediksi Masuk Tol Jakarta-Cikampek

Jumat 21 Dec 2018 16:04 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolanda

Sejumlah kendaraan melintas di area proyek pembangunan Tol Layang Jakarta-Cikampek II dan Jalur kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di ruas Tol Jakarta Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/12).

Sejumlah kendaraan melintas di area proyek pembangunan Tol Layang Jakarta-Cikampek II dan Jalur kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di ruas Tol Jakarta Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/12).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Jumat dan Sabtu diprediksi menjadi puncak arus libur akhir tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Jelang perayaan Hari Raya Natal, Jasa Marga cabang Jakarta Cikampek memprediksi sebanyak 85 ribu kendaraan akan masuk ke Jalan Tol Japek melalui Gerbang Tol  (GT) Cikarang Utama pada hari ini, Sabtu (22/12).  Proyeksi tersebut naik satu persen dibanding realisasi jumlah kendaraan yang melintas pada periode sama tahun lalu sebanyak 84.146.

General Manager Jasa Marga Japek Raddy R Lukman, mengatakan, tanggal 21-22 Desember 2018 yang jatuh pada hari Jumat dan Sabtu merupakan puncak arus libur akhir tahun. Naiknya prediksi tersebut mengacu kepada tren tahunan kendaraan yang melintas di Tol Jakarta-Cikampek.

“Kita melihat tren dan ketemu angka itu. Tapi, prediksi kita belum memasukkan faktor adanya kemungkinan animo masyarakat pascaresminya Tol Trans Jawa,” kata Raddy kepada Republika.co.id, Jumat (21/12).

Jasa Marga Japek sebelumnya memprediksi pada Kamis (20/12) akan ada 64 ribu kendaraan yang masuk ke GT Cikarang Utama. Namun, realisasinya mencapai 71,5 ribu kendaraan dalam sehari. Raddy menilai, peningkatan tak terduga itu imbas kabar Tol Trans Jawa yang mulai dapat digunakan.

Oleh sebab itu, lanjut Raddy, jumlah kendaraan yang masuk ke Tol Japek hari ini berpotensi lebih dari 85 ribu. “Kita lihat, apakah justru naik signfikan atau memang para pemudik sudah ketarik dari awal,” tutur dia.

Pemerintah baru saja meresmikan tujuh ruas tol Trans Jawa di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tiga ruas Tol yakni Pemalang-Batang, Batang-Semarang sepanjang, dan Salatiga-Kartasura berada di Jawa Tengah. Sedangkan empat ruas tol, yakni Wilangan-Kertosono, Pasuruan-Grati, Relokasi Porong-Gempol dan Jalan Tol Bandar-Kertosono terdapat di Jawa Timur.

Diresmikannya tujuh ruas itu menandakan bahwa Merak, Banten-Pasuruan, Jawa Timur sudah tersambung oleh tol sepanjang 993 kilometer serta bisa dilalui pada puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru). Raddy meyakini, Tol Trans Jawa akan mendorong peningkatan jumlah kendaraan yang masuk dari GT Cikarang Utama.

Sebagai antisipasi, Raddy mengatakan telah menerapkan larangan angkutan barang golongan tiga sampai lima. Namun, larangan tersebut hanya diberlakukan searah. Pada puncak arus mudik 21-22 Desember, larangan diterapkan dari arah Jakarta ke Cikampek pukul 00.00-24.00 WIB.

Khusus arus balik hari Selasa (25/12) larangan diterapkan pada jam yang sama untuk arah Cikampek ke Jakarta. Pada arus balik nanti, Raddy memprediksi akan ada 92 ribu kendaraan yang melintas.  Meningkat dibanding periode sama tahun lalu sebanyak 91.349 kendaraan.

Selain menerapkan larangan angkutan barang, Jasa Marga Jakarta-Cikampek juga telah melakukan penambahan jalur bolak-balik dari lima menjadi tujuh jalur dan menambah fasilitas top up tunai. Adapun antisipasi terakhir, Raddy menjelaskan pihaknya melakukan percepatan penanganan dan meminimalisir gangguan lalu lintas di sepanjang Tol Japek. Salah satunya dilakukan dengan menghentikan sementara sejumlah proyek yang ada.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Beksi Johan Budi mengatakan, pihaknya mengerahkan 700 personel untuk mengamankan arus mudik Nataru. Khusus di Kota Bekasi, ia mengatakan telah melalukan pembatasan operasional truk bermuatan lebih dari delapan ton untuk melintas di Jalan Raya Kalimalang.

“Kita fokus di area Tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) yang bersinggungan langsung dengan jalan arteri kota,” katanya.  

Johan meyakini pada musim mudik Nataru tahun ini tidak akan terjadi kemacetan panjang. Sebab, pemerintah sudah melakukan sejumlah antisipasi untuk mengurangi beban arus lalu lintas di jalur arteri maupun di tol.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA