Kamis, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Kamis, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Polsek Ciracas Dibakar, Polri: Masyarakat Jangan Asal Tuding

Jumat 14 Des 2018 21:00 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Andri Saubani

Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Mohammad Iqbal.

Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Mohammad Iqbal.

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Kantor Polsek Ciracas diserang sekelompok massa pada Selasa (11/12) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal meminta masyarakat tidak berspekulasi atau sembarang menuding pihak yang bertanggung jawab atas kasus pembakaran Mapolsek Ciracas. Kasus itu, kata Iqbal, masih diselidiki.

"Terkait dengan insiden di Polsek Ciracas kita sedang melakukan penyelidikan, saya sudah sampaikan kepada media bahwa masyarakat agar tidak menuding siapa pun, belum ada bukti dan petunjuk yang mengerucut kepada kelompok mana pun," ujar Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (14/12).

Iqbal sendiri mengakui bahwa pembakaran Mapolsek Ciracas terkait dengan adanya pengeroyokan seorang perwira TNI yang terjadi di Jalan Arundina, Ciracas, Jakarta Timur pada Senin (10/12) lalu. Untuk kasus pengeroyokan itu, lima tersangka telah dibekuk oleh Polda Metro Jaya.

"Artinya, kita akan melakukan proses hukum terhadap dugaan pelaku pengeroyokan ini. Sesuai dengan bukti-bukti, petunjuk-petunjuk yang didapat dan lain-lain, due process of law akan dilalui," ucap Iqbal.

Namun, terkait kasus pembakaran Mapolsek Ciracas pada Selasa hingga Rabu (12/12) dini hari, kepolisian masih terus mendalami bukti bukti, seperti kerusakan Mapolsek dan kendaraan dinas. Pihak kepolisian juga masih mendalami rekaman-rekaman video yang viral di internet.

"Massa yang terlihat, di video rekaman yang viral ada yang pakai celana pendek, ada yang memakai sendal, itu sedang dilakukan penyelidikan oleh tim gabungan," kata dia.

Namun, Iqbal tetap tak mau menyampaikan secara gamblang adanya dugaan adanya keterlibatan oknum TNI. Ia justru menyampaikan, sinergitas TNI dan Polri tetap terjaga pascakejadian ini.

"Yang jelas, intergritas, sinergitas TNI dan Polri tidak tergoyahkan bahkan semakin kuat," kata dia.

Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur digeruduk sekelompok massa pada Selasa (11/12) malam hingga Rabu (12/12) dini hari. Massa yang diduga terdiri dari anggota TNI itu membakar Mapolsek dan menyebabkan dua anggota polisi luka luka.

Kejadian penggerudukan berujung pembakaran Mapolsek ini disinyalir sebagai buntut dari pengeroyokan perwira TNI oleh warga pada Senin (10/12) lalu. Massa menuntut agar kasus tersebut diselesaikan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA