Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

MRT Dorong Kepastian Perpindahan Jalur Pembangunan Fase II

Ahad 09 Des 2018 18:03 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Friska Yolanda

Sejumlah petugas saat beraktivitas di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta, Kamis (29/11).

Sejumlah petugas saat beraktivitas di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta, Kamis (29/11).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Jika sudah ada kepastian jalur, PT MRT akan lakukan studi kelayakan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT MRT Jakarta mendorong kepastian adanya perpindahan jalur fase II kereta Moda Raya Terpadu (MRT) yang akan segera dibangun pada 2019 mendatang. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Syahbandar menyebut, hal itu harus segera diputuskan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI dan juga Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sendiri. 

“Kemenhub akan memutuskan soal perpindahan jalur itu. Sebab, harus ada perubahan terhadap rencana induk perkeretaapian, yaitu pemindahan jalur dari Kampung Bandan menuju ke Stadion BMW,” kata William kepada Republika.co.id, Ahad (9/12).

Perpindahan jalur itu dilakukan lantaran adanya kendala dalam melakukan pembebasan lahan di wilayah Kampung Bandan, Jakarta Utara. Hal itu memunculkan alternatif pemindahan jalur fase II, yang semula memiliki rute Bundaran HI-Kampung Bandan, menjadi Bundaran HI-Stadion Taman BMW ataupun ke wilayah Ancol di Jakarta Utara.

Menurutnya, ketika Kemenhub telah melakukan perpindahan jalur menuju Stadion Taman BMW, Pemprov DKI pun diharapkan bisa dapat memutuskan dan menetapkan lokasi, dari Kota sampai dengan Stadion BMW. Sehingga, pihaknya bisa segera melakukan feasibility study (FS) lalu melakukan pembuatan desain.

“Nah, antara Kemenhub dan Pemprov perlu ada pembicaraan menyangkut pendanaan, kalau ini ada kelebihan pendanaan,” kata William.

Sebab, perihal pendanaan sendiri sampai saat ini, yang tersedia adalah dari pinjaman Pemerintah Jepang melalui Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) yang menurut perjanjian menyediakan untuk jalur Bundaran HI-Kampung Bandan. Pendanaan itu, kata dia, bisa dilakukan dengan permintaan pinjaman lagi kepada JICA ataupun menggunakan dana dari pemerintah, baik APBN maupun APBD.

Sejauh ini, pihaknya telah memulai pekerjaan pembangunan fase II, tepatnya dari Bundaran HI sampai dengan Kota. Dia berharap, keputusan mengenai diteruskannya rute, apakah sampai ke Kampung Bandan atau Stadion Taman BMW, akan segera diputuskan.

Kepala Humas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Eben Torsa mengatakan, pihaknya mendukung rencana alternatif dari pembangunan fase kedua kereta MRT. Sebab, pihaknya mendukung salah satu program percepatan pembangunan ini.

“Kalau memang terkait pembebasan lahannya agak sulit di Kampung Bandan ya, kami pada intinya sih mendukung aja rencana alternatif tersebut,” kata Eben.

Namun, dia menegaskan, hal itu perlu dilakukan pembicaraan secara dalam atau diskusi lebih lanjut bersama dengan banyak pihak. Pihak-pihak itu antara lain dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, dan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), serta termasuk dengan JICA sendiri.

Dia mengaku sampai saat ini belum ada pembahasan lebih lanjut mengenai rencana alternatif pemindahan jalur dari Kampung Bandan menuju ke Stadion BMW. Namun dia berharap, hal itu bisa segera dilakukan. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA