Friday, 7 Rabiul Akhir 1440 / 14 December 2018

Friday, 7 Rabiul Akhir 1440 / 14 December 2018

Mengenal Fenomena Puting Beliung

Jumat 07 Dec 2018 02:40 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Muhammad Hafil

Angin puting beliung saat menerjang kota Bogor

Angin puting beliung saat menerjang kota Bogor

Foto: Ist
Awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Fenomena Putting Beliung merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi. Kejadian hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat. Lebih banyak terjadi pada masa transisi atau pancaroba, musim baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya dan musim hujan saat kondisi cuaca pagi cerah dan terik.

Humas BMKG, Hary Tirto Djatmiko, mengatakan, indikasi terjadinya hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat. Dengan ciri satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

Udara terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00. "Dengan kurang dari  4.5°C disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb lebih dari 60 persen," ucapnya, Jumat (7/12).

Kemudian, mulai pukul 10.00  terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis – lapis), diantara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu – abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu – abu  atau hitam yang dikenal dengan awan Cb (Cumulonimbus). "Pepohonan disekitar tempat kami berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat. Terasa ada sentuhan udara dingin disekitar tempat kami berdiri," ujarnya.

Namun, biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba-tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat berada. Jika 1 sampai 3 hari berturut–turut tidak ada hujan pada musim transisi/pancaroba/penghujan, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.

Adapun sifat-sifat puting beliung atau angin kencang berdurasi singkat, sangat lokal , luasannya berkisar 5 sampai 10 km , waktunya singkat sekitar kurang dari 10 menit , lebih sering terjadi pada peralihan musim (pancaroba), lebih sering terjadi pada siang atau sore hari terkadang menjelang malam hari , dan bergerak secara garis lurus.

Sementara itu, tidak bisa diprediksi secara spesifik, hanya bisa diprediksi 0.5 sampai 1 jam sebelum kejadian jika melihat atau merasakan tanda – tandanya dengan tingkat keakuratan. Hanya berasal dari awan Cumulonimbus (bukan dari pergerakan angin monsoon maupun pergerakan angin pada umumnya), tetapi tidak semua awan Cumulonimbus menimbulkan puting beliung.

"Kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama nantinya," ujarnya.

Baca juga: Pengacara: Polisi Tanya Kitab Apa yang Dibaca Habib Bahar

Baca juga: Pengacara Sebut Bahar Bin Smith Sudah Jadi Tersangka

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Ketua TKN Buka Kegiatan Kamis Kerja

Kamis , 13 Dec 2018, 21:31 WIB