Wednesday, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 December 2018

Wednesday, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 December 2018

KAI Jelaskan Alasan Skybridge Tanah Abang Belum Diresmikan

Rabu 14 Nov 2018 17:52 WIB

Red: Ratna Puspita

Pekerja saat menyelesaikan pembangunan jembatan multiguna atau skybridge di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (7/11).

Pekerja saat menyelesaikan pembangunan jembatan multiguna atau skybridge di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (7/11).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Belum ada fasilitas umum seperti toilet dan mushola.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Senior Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta, Edy Kuswoyo menilai belum diresmikannya Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang terkait belum adanya fasilitas umum berdasarkan kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi DKI. Fasilitas tersebut seperti toilet dan mushola.

"Tidak ada kendala, itu kesepakatan bersama yang perlu disepakati. Sudah disepakati pemerintahan daerah DKI Jakarta, sekretaris daerah DKI, tentang adanya fasilitas umum dan fasilitas sosial, seperti toilet dan mushola," ujar Edy di Jakarta pada Rabu (14/11).

Edy menjelaskan kesepakatan yang telah dibuat belum direalisasikan sehingga mengulur waktu peresmian JPM Tanah Abang. Permintaan pembangunan fasilitas itu berdasarkan jumlah penumpang di Stasiun Tanah Abang yang mencapai 130 ribu penumpang per hari.

Stasiun merupakan layanan publik sehingga dalam proses integrasi perlu dipertimbangkan kebutuhan-kebutuhan yang timbul akibat dari konektivitas kedua fungsi tersebut. Edy menerangkan dalam rapat terpisah pada Rabu (7/11), pembahasan terkait integrasi Stasiun Tanah Abang dengan skybridge Tanah Abang. 

Rapat itu dihadiri PT KAI, Wakil Walikota Jakarta Pusat Irwandi, Camat Tanah Abang Dedi Arif Darsono, Sekda DKI Jakarta Saefullah, PD Sarana Jaya dan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP)  DKI Jakarta.

Ditanya mengenai pertemuan berikutnya dengan pihak Pemprov DKI, Edy mengaku belum bisa memastikannya. "Nanti dikabari lagi," tambah Edy.

Sebelumnya, JPM Tanah Abang yang telah selesai hingga 92 persen itu dibuka untuk memfasilitasi pedagang kaki lima (PKL) yang biasanya berjualan di trotoar.

Pengawasan pembangunan dilakukan oleh PT Bina Karya (Persero) merupakan penugasan dari Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta untuk mengembalikan fungsi jalan yang berada di Jalan Jati Baru Raya di sekitaran Pasar Tanah Abang. Meski belum diresmikan, skybridge telah dapat diakses umum dan difungsikan sejak 15 Oktober 2018. 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES