Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Tujuh Mal di Bekasi Sediakan Gerai Gratis untuk UMKM

Sabtu 10 Nov 2018 01:30 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Festival Kuliner Pasar Senggol Summarecon Mall Bekasi

Festival Kuliner Pasar Senggol Summarecon Mall Bekasi

Foto: Dok: Summarecon Mall Bekasi
Pengisi gerai UMKM di mal-mal di Bekasi kerap berganti karena keterbatasan modal.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Sebanyak tujuh mal di Kota Bekasi, Jawa Barat, menyediakan gerai gratis bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Di gerai tersebut, pengusaha UMKM dapat memasarkan produk usaha mereka kepada pengunjung mal.

"Ketujuh mal itu sudah menjalin kerja sama dengan Pemkot Bekasi, di antaranya Metropolitan Mall, Grand Metropolitan, Summarecon Mal Bekasi, Grand Galaxy Park, Bekasi Trade Center, Bekasi Cyber Park, dan Grand Mall Bekasi," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi, Makbullah, di Bekasi, Jumat.

Menurut dia, mal itu mengalokasikan 10 persen dari total luas bangunannya bagi pelaku UMKM di Kota Bekasi secara gratis. Pihak mal hanya mewajibkan para pengguna gerai UMKM tersebut untuk membayar kebutuhan listrik.

Kerja sama itu telah terjalin sejak awal 2018, namun hingga saat ini belum seluruh lokal gerai yang tersedia terisi penuh oleh pelaku UMKM. Makbullah mengaku belum mendata secara pasti berapa jumlah gerai yang belum terisi, sebab penggunanya kerap berganti.

Makbullah mengaku sudah sejak lama mendorong pelaku UMKM untuk mengisi gerai tersebut. Ia mengatakan, pelaku UMKM dan IKM yang berminat memasarkan produknya di mal dapat langsung berkoordinasi dengan pihaknya dan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bekasi, untuk selanjutnya difasilitasi.

Makbullah mengakui prioritas pengisian gerai sampai saat ini baru pada kalangan UMKM unggulan di Kota Bekasi.

"Kami sudah rapat dengan Dinas Koperasi dan UMKM, kami sampaikan agar mereka ini diarahkan supaya menjadi UMKM unggulan. Kalau kami sih konsisten untuk mendorong temen-temen UMKM biar bisa go public atau eksis, cuma kan kembali ke soal permodalan mereka," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES