Jumat, 19 Ramadhan 1440 / 24 Mei 2019

Jumat, 19 Ramadhan 1440 / 24 Mei 2019

Rumah DP 0 Rupiah, Anies Ingin Banyak Warga Naik Kelas

Kamis 18 Okt 2018 21:26 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Bayu Hermawan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Anies menjelaskan perbedaan antara rumah DP 0 Rupiah dengan Rusunawa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjelaskan perbedaan antara rumah susun sewa (rusunawa) yang diperuntukkan bagi warga DKI Jakarta berpenghasilan rendah dan Rumah DP 0 Rupiah. Rumah DP 0 Rupiah merupakan rumah yang dibeli yang kemudian bisa langsung menjadi aset masyarakat.

“Kalau yang sewa beli pada saat itu juga langsung dihitung sebagai bagian dari asetnya dia, tapi ada hutang dan dia bisa menjual. Dijualnya kepada siapa? Dijualnya kepada UPT kita, itu offtaker," jelas Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (18/10).

Anies menjelaskan, ketika seseorang telah membeli rumah DP 0 Rupiah namun setelah tiga tahun dia harus dimutasi, dia bisa menjual rumah itu dan harganya pun meningkat. Secara aset, kata Anies, seseorang itu tak rugi karena telah memiliki aset sesungguhnya. Tetapi, status orang itu, kata dia, masih berstatus berhutang.

"Beda dengan sewa, kalau sewa Anda tidak memiliki asetnya (di awal)," jelasnya.

Dengan adanya harapan bagi seseorang yang menyewa rusunawa untuk memiliki, maka menurut Anies, akan ada insentif untuk merawat. Selaon itu, orang tersebut akan melakukan perawatan dan menjaga rusunawa tersebut. Hal itu disebabkan karena rusunawa itu akan bisa menjadi milik orang tersebut.

Pihaknya saat ini tengah menyiapkan aturan mengenai rusunawa yang bisa menjadi hak milik setelah ditempati 20 tahun oleh masyarakat. Menurutnya, rencana sewa ini bukan merupakan hal baru dan pihaknya optimistis bisa mewujudkan hal ini.

"Itu bukan barang baru kok, sama seperti dulu saya cerita DP 0 Rupiah tahun lalu juga ramai 'betul tidak bisa pak. It’s posibble'," jelasnya.

Anies menekankan, pihaknya justru ingin warganya banyak yang naik kelas. Artinya, dia menginginkan warganya bisa meningkatkan status ekonominya dengan penghasilan yang lebih tinggi melalui pertumbuhan kewirausahaan. Sehingga dengan begitu, mereka bisa masuk ke dalam program DP 0 Rupiah.

"Jadi berada di sini itu adalah fase untuk bertahan, tapi tidak kemudian permanen, harapannya meningkat. Kalau meningkat maka mereka bisa mengikuti program yang di atas," jelasnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA