Wednesday, 8 Safar 1440 / 17 October 2018

Wednesday, 8 Safar 1440 / 17 October 2018

Rakit Atraktif Bikin Belajar Membaca Semakin Asik

Jumat 12 Oct 2018 23:34 WIB

Rep: Sri Handayani/ Red: Andi Nur Aminah

Perancang alat peraga Rakit Atraktif Andi Olle  Mashurah bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balaikota, Jumat (12/10)

Perancang alat peraga Rakit Atraktif Andi Olle Mashurah bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balaikota, Jumat (12/10)

Foto: Republika/Andi Nur Aminah
Perancang alat peraga Rakit Atraktif menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah media pengajaran membaca diciptakan seorang guru sekolah dasar (SD) di Gowa, Sulawesi Selatan. Andi Olle Mashurah, pengajar di Rumah Sekolah Cendekia Gowa menciptakan alat peraga yang diklaim dapat membuat kegiatan belajar membaca menjadi lebih mudah.

Alat itu diberi nama Rakit Atraktif. Rakit Atraktif adalah bentuk inovasi alat peraga yang mempunyai banyak manfaat dan kelebihan. Olle, demikian ia kerap disapa mengusung tagline 'membaca semudah membalik telapak tangan' untuk mempromosikan alatnya. "Saat digunakan untuk fungsi tersebut, maka belajar membaca jadi sangat mudah, sesuai dengan tagline-nya, membaca semudah membalik telapak tangan," ujar Olle, Jumat (12/10).

Olle mendapat kesempatan mempresentasikan Rakit Atraktif di hadapan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang dipimpin Totok Amoin Spefijanto. Olle juga menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memperkenalkan alat ini. Saat menerima alat peraga tersebut, Anies tampak cukup antusias. Anies sempat menayakan peruntukan alat peraga itu untuk usia berapa tahun.

Olle menceritakan, ide awal pembuatan alat peraga ini muncul pada 2011 lalu. Ketika itu ia mengajar siswa kelas 1. Olle mendapati hampir seluruh siswa belum mampu membaca.

Olle menilai kemampuan membaca sangat penting, sebab akan membuka pengetahuan para siswa. Apalagi buku-buku pelajaran SD saat itu dipenuhi dengan teks. 

Namun, sebagai guru, Olle memahami bahwa dunia anak usia SD kelas 1 adalah dunia bermain. Ia pun mencoba berbagai cara dan metode untuk membuat siswanya belajar membaca dengan menyenangkan.

Menurut  Olle, butuh waktu enam tahun untuk membuat Rakit Atraktif seperti sekarang. Sejumlah survey sudah dilakukannya dengan siswa sebagai responden. Olle memilih kata-kata yang akan digunakan, lalu merumuskan pola penyusunan kata pada alat. Kemudian, ia merancang desainnya.

Para siswa juga dilibatkan untuk membuat beberapa gambar. Mereka memilih gambar yang sesuai. Alat ini memang hanya terdiri atas rangkaian huruf yang tersusun berurutan dan aneka gambar yang huruf awalnya sesuai dengan nama huruf. Meski terkesan sederhana, Rakit Atraktif difungsikan untuk mengembangkan berbagai aspek kebahasaan, seperti pengenalan huruf, kosakata, menyusun ribuan kata, pengenalan sinonim, pengembangan aspek kognitif, afektiif dan psikomotorik, hingga melatih anak berpikir logis dan membuat keputusan.

Dilaunching pertama kali di Makassar 7 April 2018, Rakit Atraktif kini sudah tersebar ke sejumlah daerah di Indonesia. Dalam kegiatan Temu Pendidik Nusantara (TPN) 2018 yang berlangsung tanggal 5-7 Oktober di Sekolah CikalL, Rakit Atraktif dikenalkan untuk pertama kalinya ke para guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Belajar secara nasional.

Saat ini, cetakan ketiga Rakit Atraktif sudah siap didistribusikan. Meski belum tervalidasi resmi, sejumlah orangtua yang anaknya menggunakan Rakit Atraktif mengaku alat peraga ini lumayan efektif untuk membantu anak belajar membaca. Mereka umumnya lancar dalam rentang waktu satu hingga empat bulan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA