Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Anies Sesalkan Ada Guru tak Netral: Beri Doktrin Anti-Jokowi

Rabu 10 Oct 2018 19:14 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Andri Saubani

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutan saat acara pembukaan Musyawarah Daerah Majelis Ulama Indonesia (Musda MUI) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2018 di Balaikota, Jakarta, Selasa (9/10).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutan saat acara pembukaan Musyawarah Daerah Majelis Ulama Indonesia (Musda MUI) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2018 di Balaikota, Jakarta, Selasa (9/10).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Menurut Anies, tidak seharusnya ASN tidak netral dalam politik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menyesalkan adanya guru yang diduga melakukan doktrinasi anti-Jokowi di sebuah sekolah di DKI Jakarta. Menurutnya, tidak seharusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak netral dalam politik.

“Ya guru harusnya mendidik memberikan contoh, dan seluruh ASN harus mengambil posisi netral,” kata Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (10/10).

Anies mengatakan, akan meminta kepada pengawas dan juga pihak inspektorat untuk melakukan pemeriksaan kepada guru yang bersangkutan. Dia menegaskan akan memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan.

“Dan ada ketentuan-ketentuannya, kalo ada pelanggaran tidak sesuai ketentuan berikan sanksi sesuai ketentuan,” jelas dia.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, telah menghubungi Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Hal itu dalam rangka menanyakan apa maksud dan tujuan dari guru tersebut melakukan dugaan doktrinasi anti-Jokowi.

“Di dalam dinamika tahun politik ini saya tidak mau ini untuk tidak jadi 'gorengan' politik begitu. Jadi nggak ada gunanya,” kata Prasetyo di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu.

Dia meminta kepada guru tersebut untuk meminta maaf kepada masyarakat melalui media. Hal itu agar masyarakat umum mengetahui hal itu, lantaran isu ini sudah viral di media sosial.

Prasetyo juga menjelaskan, tak seharusnya seorang guru melakukan dugaan doktrinasi tersebut. Apalagi, doktrinasi tersebut dilakukan kepada seorang siswa atau anak yang sedang tumbuh berkembang.

Sebelumnya, telah viral unggahan sebuah screenshot atau tangkapan layar dari seorang orang tua siswa di media sosial Facebook. Unggahan itu merupakan sebuah curahan hati mengenai anaknya yang diduga didoktrin anti-Jokowi oleh gurunya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA