Sabtu, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Sabtu, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

‘Gerindra atau PKS, Pengganti Sandiaga Harus Paham Jakarta’

Ahad 19 Agustus 2018 05:24 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ratna Puspita

Calon Wakil Presiden RI Sandiaga Salahuddin Uno berpamitan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Jumat (10/8) siang.

Calon Wakil Presiden RI Sandiaga Salahuddin Uno berpamitan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Jumat (10/8) siang.

Foto: Republika/Farah Nabila Noersativa
Seharusnya, persoalan Jakarta lebih mengemuka dalam komunikasi Gerindra dan PKS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Public Opinion & Policy Research (Populi) Center Usep S Ahyar mengatakan kursi wakil gubernur DKI Jakarta yang sedang ‘diperebutkan’ Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra merupakan bagian dari proses politik.

“Ini tentu bagian dari proses politik power sharing, tetapi bukan itu yang menjadi penilaian masyarakat,” kata Usep kepada Republika.co.id, Sabtu (18/8).

Namun, ia mengatakan, hal terpenting bagi rakyat bukan siapa menduduki jabatan apa. Ia mengatakan masyarakat Jakarta hanya akan peduli pada kapabilitas orang yang akan menggantikan Sandiaga sebagai pendamping Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

“Soal politik itu bagi masyarakat adalah bagaimana pemerintah ke depan bekerja menuntaskan masalah Jakarta,” kata dia.

Menurut dia, permasalahan utama Jakarta saat ini yakni kemacetan, kesemrawutan infrastruktur, harga yang tinggi, pengangguran, dan pelayanan publik yang belum maksimal, serta kali-kali yang kotor. Usep menilai, seharusnya persoalan-persoalan itu yang lebih mengemuka dalam komunikasi politik antara Partai Gerindra dan PKS.

Usep mengatakan, Sandiaga merupakan salah satu orang yang memiliki pengaruh kuat dan memahami persoalan ekonomi Jakarta. Di satu sisi, dia dikenal luas oleh kalangan pengusaha sehingga memiliki akses yang lebih leluasa dalam berkomunikasi. 

Baca Juga: Kapuspen Kemendagri: UU tidak Melarang Aher Jadi Wagub DKI

Ia menambahkan, setidaknya pengganti Sandiaga bisa menyamainya. “Ya plus minus. Bisa bekerja sama dengan Anies untuk saling melengkapi. Terutama harus berjiwa eksekutor,” ujar dia.

Kursi wakil gubernur DKI Jakarta masih mengalami kekosongan akibat Sandiaga Uno yang maju menjadi cawapres mendampingi Prabowo Subianto. Partai Gerindra dan PKS selaku pengusung merasa berhak untuk mengajukan nama sebagai pengganti Sandiaga.

PKS selaku mitra Partai Gerindra berharap agar kursi wagub DKI diisi oleh kadernya. Namun, di sisi lain, Partai Gerindra merasa berhak mengajukan kader karena sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan partainya berhak mencalonkan kandidat wakil gubernur DKI Jakarta untuk menggantikan Sandiaga. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016  telah mengamanatkan partai pengusung pasangan pemenang bisa mencalonkan pengganti Sandiaga.

Namun, Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Achmad Yani berharap Partai Gerindra bisa menyerahkan kursi wagub DKI kepada PKS. Sebab, Gerindra sudah banyak mendapatkan kursi calon presiden dan calon wakil presiden. 

“Saya kira ya paling nggak dia (Gerindra) memahamilah, bisa jadi itu di posisi wagub diberikan kesempatan untuk PKS,"  ujar Achmad. 

Baca Juga: Soal Dominasi Gerindra, PKS: Tak Ada Mengalah dalam Politik 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES