Saturday, 7 Zulhijjah 1439 / 18 August 2018

Saturday, 7 Zulhijjah 1439 / 18 August 2018

‘Selain Motor, SIM Juga Harus Disita’

Sabtu 11 August 2018 06:36 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Bilal Ramadhan

Sejumlah relawan Koalisi Pejalan Kaki melakukan aksi di trotoar Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (12/1).

Sejumlah relawan Koalisi Pejalan Kaki melakukan aksi di trotoar Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (12/1).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pengendara pelanggar lalu lintas harus bikin SIM baru dan psikotes kembali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rencana Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno yang akan menyita kendaraan bermotor di atas trotoar, menuai komentar. Salah satunya, dari Koalisi Pejalan Kaki yang menilai kebijakan terus harus dilakukan dengan utuh.

Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus mengatakan, jika kebijakan Pemprov DKI Jakarta untuk menyita kendaraan yang diparkir di trotoar perlu dibantu pihak kepolisian. Menurutnya perlu ada sinergitas dengan pihak kepolisian dalam menindak tegas pengendara yang melanggar hak pejalan kaki.

Alfred juga menuturkan, belum adanya sikap represif dari petugas untuk menindak pelanggar. Padahal, sudah jelas aturan terkait hak pejalan kaki di atas trotoar. Selain itu, ia juga menilai perlu adanya tindak tambahan bagi pelanggar.

Selain kendaraannya disita, pengendara yang melanggar juga harus ditarik surat izin mengemudi-nya. "Jadi biar tes SIM lagi, adakan piskotes, biar ada efek jera," kata Alfred, Kamis (9/8).

Alfred menyayangkan sikap perusahaan yang memilih untuk memecat pelaku pemukulan terhadap pejalan kaki, beberapa hari lalu. Bagi Alfred, pelanggar perlu diedukasi dalam suatu training ketika di bekerja lapangan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

REPUBLIKA TV

Brigjen Mohammad Iqbal

Sabtu , 18 August 2018, 10:39 WIB