Sabtu, 7 Zulhijjah 1439 / 18 Agustus 2018

Sabtu, 7 Zulhijjah 1439 / 18 Agustus 2018

Pengelola Kalibata Mengaku Kecolongan Walau Keamanan Ketat

Jumat 10 Agustus 2018 21:51 WIB

Rep: Flori Anastasia Sidebang/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Polisi kembali mengungkap kasus prostitusi di Apartemen Kalibata City dirilisi pada Rabu (8/8) di Mapolda Metro Jaya, ke depan, akan ada langkah lebih konkret dari Polda Metro Jaya bersinergi dengan KPAI dan LPAI untuk atasi ini.

Polisi kembali mengungkap kasus prostitusi di Apartemen Kalibata City dirilisi pada Rabu (8/8) di Mapolda Metro Jaya, ke depan, akan ada langkah lebih konkret dari Polda Metro Jaya bersinergi dengan KPAI dan LPAI untuk atasi ini.

Foto: Republika/Rahma Sulistya
Pengelola meminta warga melaporkan bila ada kegiatan yang mencurigakan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- General Manager Kalibata City Ishak Lopung menyatakan apartemen Kalibata City memiliki sistem keamanan yang ketat. Akses untuk masuk maupun keluar unit apartemen harus dilakukan dengan tap kartu khusus. Kartu khusus itu pun hanya bisa digunakan sesuai dengan tower dan lantai tempat penghuni tinggal. 

"Nggak sembarang orang bisa masuk ke unit apartemen ini, harus punya kartu khusus. Jadi mau menggunakan lift saja, harus tap kartu dulu baru lift itu berfungsi," papar Ishak kepada Republika.co.id, Jumat (10/8).

Baca: 32 PSK di Kalibata City Diciduk, Lima di Bawah Umur

Meski sudah memberlakukan penggunaan kartu sebagai akses menuju unit apartemen, pihaknya tetap saja kecolongan dengan kasus prostitusi. Hal ini diakui Ishak sebab ada oknum-oknum nakal yang melakukannya. 

"Pihak kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberlakukan sistem keamanan yang terbaik. Tapi ya tetap saja ada oknum tidak bertanggung jawab yang menggunakan kesempatan itu untuk hal-hal yang tidak baik, seperti prostitusi itu" tambah Ishak.  

Ia mengatakan, hal tersebut terjadi sebab ada pemilik yang tidak menempati unitnya. Justru menyewakannya melalui broker. "Broker ini juga kan punya banyak pegawai. Ada saja pegawai yang menyewakan per hari untuk dapat uang lebih cepat. Padahal aturan kita juga sudab jelas tidak boleh menyewakan per hari," jelas Ishak. 

Selain itu, Ishak juga menambahkan, pengamanan dibantu oleh satpam yang berjaga di beberapa titik. Seperti gerbang masuk, lobi tiap tower, dan petugas yang berkeliling mengawasi tiap lantai. 

"Satpam kerjanya 24 jam. Petugas yang berkeliling di tiap lantai itu juga bertanggung jawab untuk mengecek fasilitas umum. Misalnya, melaporkan lampu koridor yang tidak berfungsi," paparnya. 

Baca juga: Kak Seto: Pelaku Prostitusi Harus Dihukum Maksimal

Untuk meminimalisasi praktik prostitusi, Ishak juga meminta bantuan para penghuni untuk melaporkan kejadian-kejadian yang mencurigakan. "Kerja sama juga dengan para penghuni biar sama-sama nyaman," kata Ishak.

photo

Suasana diduga taman yang disebut Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Azhar Nugroho, pada Kamis (9/8) pagi, yang menjadi sarang prostitusi dan awal mula transaksinya di belakang Tower Herbras Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary menyatakan telah mengamankan 32 PSK yang lima di antaranya masih di bawah umur. Polda Metro juga sudah mendata telah ada tiga pengungkapan kasus prostitusi di bawah umur di apartemen itu.

"Kasus prostitusi anak yang terjadi di Apartemen Kalibata City Jakarta Selatan ini memprihatinkan. Karena dalam tujuh bulan terakhir, kami sendiri Ditreskrimum sudah ungkap tiga kali. Dua kali sudah kami rilis, diungkap subdit ranmor dan resmob," ujar  dalam rilis di Mapolda Metro Jaya, Rabu (8/8).

Untuk pengungkapan ketiga kalinya ini, adalah tim khusus yang dibentuk oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Nico Afinta, yang dipimpin Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Azhar Nugroho. Semua pihak berharap, ini adalah kasus prostitusi terakhir.

Dari 18 tower di Apartemen Kalibata City, ada lima tower yang teridentifikasi secara diam-diam melakukan praktik prostitusi, jumlah ini hampir sepertiga dari tower yang ada di kawasan tersebut. Kemudian dari lima tower itu, juga teridentifikasi ada 17 unit yang menjadi tempat esek-esek.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

REPUBLIKA TV

Brigjen Mohammad Iqbal

Sabtu , 18 Agustus 2018, 10:39 WIB