Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Polisi Tangkap Pelaku Hipnotis yang Mengaku Raja Minyak

Jumat 03 Agu 2018 15:56 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Ilustrasi Hipnotis

Ilustrasi Hipnotis

Foto: Foto : MgRol_94
Pelaku berperan sebagai WNA Singapura dan berpura-pura menjual uang dolar miliknya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Opsnal Unit 4 Subdit 3 Resmob Ditkrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap tiga pelaku penghipnotis seorang nenek di Cipulir, Jakarta Selatan, yang mengaku sebagai Raja Minyak dari Singapura. Ketiganya pelaku ditangkap di tiga wilayah berbeda.

"Ditangkap Rabu (1 Agustus 2018). Ada yang ditangkap di Bojong Gede, Cibinong, sama di Cililitan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jumat (3/8).

Pelaku DD, berperan sebagai WNA Singapura yang berpura-pura bertanya alamat, dan mengajak korban agar mau bersedekah. DD juga yang berpura-pura akan menjual uang dolar AS miliknya.

Kemudian pelaku MMH, berperan sebagai orang tua alim yang meyakinkan korban, agar mau menyerahkan hartanya ke pelaku DD. dan pelaku TS berperan mengaku sebagai karyawan Bank BRI, mengajak korban untuk tarik tunai di bank.

Belum diketahui sudah berapa korban yang berhasil mereka kelabui, dan juga belum diketahui ada berapa orang lagi yang tergabung dalam komplotan mereka ini. "Nanti dirilis ya," kata Argo lagi.

Sebelumnya, Seorang nenek bernama Hannah (60) dihipnotis oleh orang tak dikenal yang berpura-pura sebagai turis dari Singapura. Tidak tanggung-tanggung, ia menghipnotis Hannah dan berhasil menggasak uang hingga Rp 40 juta dari tabungannya, kejadian terjadi pada Senin (16/7) lalu.

Anak dari Hannah bernama Nuril Farah Dhiya, mengatakan sudah memproses pelaporan ke Polres Metro Jakarta Selatan, karena lokasi kejadian berada di Bank BRI Cipulir, Jakarta Selatan, yang akhirnya kasus dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Nuril mengatakan, nenek Hannah bolak-balik beberapa kali untuk melengkapi berkas pengambilan uang. "Dia balik lagi ke rumah (untuk ambil KTP, dan lainnya), sampai tiga kali masuk ke dalam rumah," papar dia pada Rabu (18/7) lalu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA