Minggu, 8 Zulhijjah 1439 / 19 Agustus 2018

Minggu, 8 Zulhijjah 1439 / 19 Agustus 2018

Mustofa: Tadinya Neno Enggan Laporkan

Sabtu 21 Juli 2018 12:38 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Andi Nur Aminah

Relawan #2019GantiPresiden Mustofa Nahrawardaya

Relawan #2019GantiPresiden Mustofa Nahrawardaya

Foto: Republika/Prayogi
Teror sengaja ditujukan untuk menurunkan semangat kelompok ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Teror yang dialami oleh Neno Warisman dan politisi PKS Mardani Ali Sera diduga sengaja ditujukan kepada aktivis gerakan #2019GantiPresiden. Aktivis gerakan #2019GantiPresiden sekaligus ketua divisi politik gerakan tersebut, Mustofa Nahrawardaya khawatir teror ini sengaja ditujukan kepada kedua orang tersebut untuk menurunkan semangat kelompok mereka.

"Saya yakin banyak pihak yang tidak suka dengan gerakan ini, banyak yang merasa terganggu. Mereka ketakutan kalau rencana- rencana besar kelompok mereka terganggu dengan gerakan ini," ujar Mustofa kepada Republika.co.id, Sabtu (21/7).

Menurut Mustofa, sebelumnya Neno enggan untuk melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian karena khawatir rekan-rekannya yang lain akan takut untuk berjuang dalam gerakan. Namun setelah diyakinkan oleh Mustofa, ia segera melaporkan ke kepolisian.

Mustofa juga meyakinkan agar hal ini diungkap ke media, supaya masyarakat tahu. Dengan demikian, pihak-pihak yang berniat buruk itu tidak melanjutkan kepada yang lain. "Karena saya kira ini serius sekali, ancaman pada aktivis #2019gantipresiden, dan apa yang dialami Mbak Neno ini main fisik, dan ini kan mobil ya, untuk alat transportasi, beliau tidak lagi memilikinya. Jangan sampai ini tidak ditindaklanjuti oleh kepolisian," katanya.

Baca: Neno Warisman Benarkan Mobilnya Dibakar Orang tak Dikenal

Saat Neno menceritakan hal ini, Mustofa mengaku ragu dan bingung untuk melapor kemana. Karena menurutnya selama ini kejadian yang menimpa oposisi jarang terungkap. "Ini menimpa Mbak Neno boleh saja kita melapor karena hak warga negara, tapi jangan berharap banyak, sehingga kita sendiri yang harus hati-hati," kata Mustofa.

Sebelumnya pada Rabu (18/7) lalu pukul 24.00 WIB mobil Neno Warisman dibakar di depan rumahnya di Cimanggis, Depok. Teror semacam ini juga dialami oleh Mardani Ali Sera. Politisi PKS tersebut diserang ancaman teror bom molotov di rumahnya di Pondok Gede, Bekasi, Kamis (19/7) dini hari. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES