Thursday, 6 Rabiul Akhir 1440 / 13 December 2018

Thursday, 6 Rabiul Akhir 1440 / 13 December 2018

Pemkot Bogor Resmikan Sekolah Ibu

Selasa 17 Jul 2018 13:54 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil

Peresmian Sekolah Ibu di Kota Bogor, Selasa (17/7).

Peresmian Sekolah Ibu di Kota Bogor, Selasa (17/7).

Persiapan Sekolah Ibu membutuhkan waktu dua tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meresmikan Sekolah Ibu yang pertama kali ada di Indonesia. Sekolah Ibu dibuat untuk menyelamatkan keluarga dari permasalahan sekaligus meningkatkan kapasitas ibu dalam mengurus rumah tangga dan mendidik putra-putri mereka.

"Persiapan Sekolah Ibu ini membutuhkan waktu dua tahun. Harapan kami semoga bisa menjadi solusi bagi keluarga khususnya para ibu untuk menuntaskan permasalahan keluarga yang dihadapi ibu dan masalah di tengah masyarakat," ujar Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Bogor Yane Ardian, Selasa (17/7).

Sekolah Ibu ini disebut yang pertama hadir di Jawa Barat, bahkan di Indonesia. Sekolah ini hadir atas kepedulian sebagai seorang ibu melihat fenomena sosial yang terjadi di masyarakat.

Sekolah Ibu ini rencananya mulai berjalan Kamis (19/7) depan secara serentak di seluruh kelurahan di Kota Bogor. Ruang pembelajarannya sendiri menggunakan aula yang berada di kantor kelurahan.

Bagi para pengajar, sebelumnya telah diberikan materi yang dirangkum dalam 19 modul. Mereka pun sebelumnya mengikuti pelatihan yang dilakukan selama lima hari di Sekretariat TP-PKK Kota Bogor saat bulan puasa kemarin.

"Jumlah pengajarnya ada 68 orang dengan latar belakang profesi mengajar tentang ilmu ketahanan keluarga. Seperti manajemen keluarga, manajemen keuangan keluarga, mengelola potensi diri, dan memahami kepribadian anggota keluarga," lanjut Yane. Modul yanh diberikan kepada para pengajar ini disebut disusun langsung oleh pengurus TP-PKK.

Para pengajar ini pun memiliki kriteria tertentu selain memiliki latar belakang pendidikan. Diantaranya mereka harua sudah menikah dan memiliki anak, pendidikan minimal S1, dan status pernikahannya utuh serta usianya tidak lebih dari 50 tahun.

Bagi para ibu yang ingin belajar di Sekolah Ibu disebut bisa mendaftar di kelurahan masing-masing. Bagi yang belum menikah, pun diizinkan untuk mendaftar.

"Bagi calon pengantin wanita, kita bolehkan ikut Sekolah Ibu. Modulnya disesuaikan. Nanti wajib mengikuti 18 kali pertemuan sesuai dengan modulnya," ucap Yane.

Direktorat Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda, dan Olahraga Badan Perencana Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Ani Puji Astuti menyambut baik adanya Sekolah Ibu ini. Ia menyebut ibu adalah sosok yang melahirkan generasi penerus.

"Kualitas generasi sangat tergantung dengan ibu. Penting bagi setiap orang sebelum berumah tangga harus menyiapkan untuk itu. Belajar di Sekolah Ibu bisa membantu menentukan kualitas berkeluarga," ujar Ani.

Pembangunan keluarga disebut sebagai bagian dari pembangunan suatu komunitas dan pembangunan suatu negara. Sekolah Ibu merupakan inovasi yang perlu dipermanenkan kelembagaannya, bukan hanya dari sisi anggaran tetapi juga kualitas pengajar dan materi yang diberikan.

Ani pun berharap program ini bisa terus berjalan dengan materi yang lebih baik. Ke depannya para pengajar mampu membantu membentuk sebuah keluarga bahagia dan mencetak anak-anak yang cerdas.

Camat Bogor Utara Atep Budiman pun mengaku sudah mengawal pembentukan Sekolah Ibu sejak awal. Sejak persiapan ia terus membantu dan ke depannya pun akan menjalankan sebaik-baiknya.

"Dalam pelaksanaannya akan kita kawal terus agar berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan lancar," ujar Atep.

Atep menyebut dirinya bahkan mengumpulkan para Lurah dan TP-PKK se-Kecamatan Bogor Utara untuk memahami teknis Sekolah Ibu ini. Baik yang berkaitan dengan administrasi, keuangan, konsolidasi, serta sosialisasi ke warga termasuk pendaftaran peserta agar banyak yang ikut.

Wali Kota Bogor Bima Arya sendiri menyebut Sekolah Ibu merupakan langkah awal mewujudkan Kota Ramah Keluarga dan Kota Ramah Anak. Hal ini juga bisa sebagai penguatan ketahanan keluarga.

"Sedini mungkin pemkot bersama pihak lain yang terkait akan berusaha masuk ke ranah keluarga. Ini untuk mengurai berbagai macam persoalan yang ada di masyarakat," ujar Bima.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA