Saturday, 8 Zulqaidah 1439 / 21 July 2018

Saturday, 8 Zulqaidah 1439 / 21 July 2018

Labfor Masih Periksa Peluru yang Tewaskan Sopir di Tol JORR

Jumat 13 July 2018 12:12 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Indira Rezkisari

Police line

Police line

Foto: Wikipedia
Polisi sudah memeriksa empat saksi dan CCTV sekitar lokasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Logam yang menewaskan sopir di Tol JORR TB Simatupang masih dalam proses pengecekan Labfor Polri. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Stefanus Tamuntuan menegaskan hal tersebut.

"Kita akan kirimkan benda ini ke Labfor untuk diteliti ini benda apa, jenisnya apa, dan asalnya dari mana. Sekarang sudah kita kirimkan dan kita tunggu hasilnya," ujar Stefanus saat dihubungi, Jumat (13/7).

Jika hasil Labfor menyebutkan bahwa benda itu adalah peluru, maka kepolisian akan melakukan uji balistik pada peluru tersebut. Hal itu agar diketahui peluru tersebut dari jenis senjata apa.

"Kalau itu proyektil baru kami ke tahap selanjutnya, uji balistik baru kita ketahui ini peluru siapa, kaliber berapa," kata mantan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya itu.

Kepolisian sudah memeriksa empat saksi, namun masih akan mencari saksi lain, serta berupaya memeriksa kamera Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar lokasi. Dari pengakuan teman korban yang mengendarai truk saat kejadian, memang sempat ada suara letupan kecil dan tiba-tiba sudah mendapati korban kepalanya mengeluarkan darah.

Sebelumnya, seorang sopir truk Fuso bernama Marthen terkena peluru nyasar di Tol JORR KM 184 arah Pasar Rebo-Cilandak, Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (10/7). Peristiwa tepatnya terjadi di depan proyek pembangunan Apartemen Izzara. Akibat hal tersebut, korban sempat dilarikan ke RS Fatmawati lantaran mengalami luka. Korban diketahui sedang membawa kursi untuk bioskop.

"Diduga peluru nyasar yang mengakibatkan luka tembak (menyerempet) di bagian kepala sebelah kiri," ujar Kapolsek Pasar Minggu, Komisaris Polisi Harsono saat dikonfirmasi, Selasa (10/7).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA